MAKASSAR - Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan TNI Angkatan Laut Makassar menggagalkan transaksi dan pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi oleh jaringan sindikat dengan menggunakan kapal tanker di tengah laut.
Komandan Komando Daerah Militer Angkatan Laut VI (Dankodaeral) Laksamana Muda (Laksda) TNI Andi Abdul Aziz mengatakanjaringan sindikat BBM ilegal ini diamankan oleh anak buahnya setelah sebelumnya mencurigai adanya kapal tanker yang hanya berputar-putar di tengah laut sambil menunggu armada lainnya.
"Sebelum disergap itu, kami bertindak sangat hati-hati dan perkembangan itu terus dipantau oleh tim intelijen TNI AL, hingga akhirnya dilakukan penyergapan," ujarnya dilansir ANTARA, Rabu, 25 Februari.
Laksda TNI Andi Abdul Aziz mengungkapkan, dalam operasi penyergapan yang presisi, satuan tugas Kodaeral VI berhasil menggulung sindikat dugaan pendistribusian BBM secara ilegal yang melibatkan kapal tanker dan armada truk tangki raksasa pada Minggu dini hari (22/2).
Penyergapan kilat dilaksanakan di dua titik strategis, tepat pukul 00.06 WITA, saat aktivitas kota mulai meredup, Tim Quick ResponsKodaeral VI yang terdiri dari Satuan Intelijen (Sintel) dan Detasemen Intelijen (Denintel Kodaeral VI), bersama tim Visit, Board, Search and Seizure (VBSS) KAL Suluh Pari II.6-60, melaksanakan investigasi mendadak.
"Operasi ini menyasar dua lokasi sekaligus yaitu perairan Makassar dan kawasan pergudangan Tamalanrea Makassar," katanya.
Andi Abdul Aziz mengakui petugas berhasil menghentikan aktivitas pendistribusian BBM secara ilegal dari mobil tangki ke kapal muatan minyak Self Propelled Oil Barge (SPOB) yang tengah berlangsung secara sembunyi-sembunyi.
BACA JUGA:
Dalam operasi itu, TNI AL mengamankan aset bernilai miliaran rupiah yang diduga kuat menjadi instrumen kejahatan ekonomi, di antaranya 2 SPOB dan 7 unit mobil tangki berbagai kapasitas mulai dari 5 kiloliter (KL) hingga 24 KL dengan total muatan mencapai puluhan ribu liter solar.
"Total muatan terdeteksi sekitar 106 KL solar di 2 SPOB yang tidak dilengkapi dokumen sah," tuturnya.
Saat ini, seluruh barang bukti berupa 7 unit mobil tangki, 2 SPOB, beserta para kru dan penanggung jawab kegiatan telah amankan untuk menjalani pemeriksaan intensif dan proses hukum lebih lanjut.
"Kami akan terus melakukan pendalaman guna membongkar dalang di balik rantai distribusi BBM ilegal ini hingga ke akarnya," ucap Dankodaeral VI.