JAKARTA - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta mendukung program Gentengisasi atau gerakan gotong royong membangun dan menata rumah rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.
Program ini mulai dijalankan di kawasan Menteng Tenggulun, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Pada tahap awal, sebanyak 52 rumah akan direnovasi oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI agar menjadi layak huni dan sehat.
Dari total tersebut, 23 rumah di antaranya merupakan tempat tinggal sekaligus lokasi usaha warga. Sementara 10 pelaku UMKM lain tetap akan mendapatkan pembinaan meski kondisi rumahnya sudah dinilai layak.
Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mengatakan pihaknya tidak hanya fokus pada penataan fisik kawasan, tetapi juga penguatan ekonomi warga yang selama ini menggantungkan penghasilan dari usaha rumahan.
"Kami melihat potensi besar di Menteng Tenggulun untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata kuliner berbasis komunitas. Dinas PPKUKM memastikan akan mendorong dan memberikan bantuan maksimal agar UMKM di sini tumbuh dan naik kelas," kata Elisabeth dalam keterangannya, Rabu, 25 Februari.
Menurutnya, dukungan terhadap program Gentengisasi ini juga sejalan dengan agenda Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang mendorong penataan kawasan berbasis pemberdayaan masyarakat.
"Bapak Gubernur Pramono Anung secara konsisten menekankan bahwa penataan Jakarta harus menyentuh dua hal sekaligus, yaitu memperbaiki kualitas lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan warga," ungkap Elisabeth.
"Karena itu, kami memastikan Gentengisasi di Menteng Tenggulun sejalan dengan arahan beliau, yakni menghadirkan kawasan yang tertata sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat," tambahnya.
BACA JUGA:
Dinas PPKUKM akan melakukan pendataan dan pemetaan potensi usaha warga untuk mendukung konsep wisata kuliner yang tengah disiapkan. Hampir di setiap sudut kawasan Menteng Tenggulun terdapat pelaku usaha makanan dan minuman rumahan yang dinilai berpotensi dikembangkan menjadi daya tarik ekonomi baru.
Elisabeth memastikan fasilitasi akan diberikan mulai dari legalitas usaha, peningkatan kualitas produk, kemasan dan branding, hingga akses pemasaran dan pembiayaan.
"Kami akan fasilitasi legalitas usaha, peningkatan kualitas produk, kemasan dan branding, fasilitasi pemasaran, hingga akses pembiayaan. Kami juga telah menggandeng perbankan dan lembaga pembiayaan agar pelaku UMKM tidak terjerat rentenir, sekaligus meningkatkan literasi keuangan mereka," ujar Elisabeth.
Ia berharap kolaborasi lintas sektor dapat mendorong Menteng Tenggulun bertransformasi dari kawasan padat menjadi kawasan yang tertata dan produktif, sekaligus dikenal sebagai destinasi wisata kuliner berbasis gotong royong.
"Ini bukan hanya tentang memperbaiki atap dan dinding rumah, tetapi membangun harapan dan masa depan ekonomi warga. Ketika pusat dan daerah berjalan bersama, dampaknya akan jauh lebih kuat dan menyentuh langsung masyarakat," tutup dia.