JAKARTA - Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan menegaskan, pihaknya sudah mengantongi identitas pelaku penganiayaan pegawai SPBU Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur.
"Kita lagi melakukan pengejaran terhadap pelaku penganiayaan. Identitasnya sudah diketahui," ujar AKBP Dicky saat dikonfirmasi VOI, Selasa, 24 Februari 2026.
Belakangan diketahui, pelaku merupakan warga sipil bukan anggota Polri seperti yang beredar viral di media sosial dan lainnya.
"Pelaku lagi dikejar oleh anggota reskrim, sudah teridentifikasi pelakunya. Ini kita yang kejar (pelaku warga sipil bukan anggota Polri)," katanya.
Sebelumnya, tiga orang operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 3413901 di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, menjadi korban penganiayaan oleh pria mengaku polisi.
"Iya betul, ada tiga korban pegawai kami yang diduga dianiaya oleh oknum aparat," kata salah satu Staf SPBU 3413901, Mukhlisin (38).
BACA JUGA:
Mukhlisin menyebutkan total ada tiga korban dalam kejadian tersebut, yakni satu staf dan dua operator. Mereka adalah Ahmad Khoirul Anam, yang telah bekerja sekitar lima tahun sebagai staf, Lukmanul Hakim, operator yang baru enam bulan bekerja setelah lulus SMK dan Abud Mahmudin, operator dengan masa kerja sekitar empat tahun.
Menurut Mukhlisin, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Minggu 22 Februari malam. Sekitar pukul 22.00 WIB, pelaku datang untuk mengisi Pertalite.
Saat dilakukan pemindaian kode batang (barcode), nomor polisi (nopol) kendaraan terdaftar sesuai dalam sistem, namun jenis mobil yang digunakan tidak cocok dengan data yang tertera.