Bagikan:

NATUNA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Natuna (BPBD) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir yang berpotensi memicu banjir dan tanah longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Natuna Raja Darmika mengatakan curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan debit air meningkat drastis.

Kondisi tersebut membuat sejumlah saluran drainase tidak mampu menampung dan mengalirkan air secara optimal, sehingga terjadi genangan di beberapa titik permukiman warga. Bahkan, terdapat bangunan yang mengalami kerusakan akibat terendam air.

“Di Serasan dilaporkan ada jembatan yang mengalami kerusakan akibat derasnya arus air,” ujarnya saat dikonfirmasi dari Natuna, Antara, Senin, 23 Februari.

Ia menjelaskan BPBD Natuna bersiaga selama 24 jam untuk memantau perkembangan situasi di lapangan. Masyarakat diminta segera melaporkan setiap kejadian maupun potensi bencana agar dapat ditangani dengan cepat.

Raja Darmika juga mengingatkan warga yang tinggal di daerah rawan, seperti lereng perbukitan dan bantaran sungai, agar lebih berhati-hati, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi berlangsung dalam waktu lama.

BPBD mencatat Kabupaten Natuna memiliki potensi enam jenis bencana, yakni kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, gelombang pasang, dan kekeringan.

Sejak Januari 2026, Pemerintah Kabupaten Natuna telah menetapkan status siaga darurat bencana yang mencakup banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, gelombang pasang hingga abrasi. Status tersebut berlaku hingga Maret 2026 dan dapat diperpanjang sesuai perkembangan situasi.

“Tim BPBD tetap siaga di posko piket untuk merespons setiap laporan masyarakat,” kata Raja Darmika.