Bagikan:

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan Rusia dan Amerika Serikat (AS) akan melaksanakan sejumlah proyek yang saling menguntungkan setelah perang di Ukraina "berakhir."

"Presiden AS Donald Trump telah berulang kali menyatakan itu (perang di Ukraina) bukan perangnya, melainkan perang Joe Biden. Dia berusaha mengakhirinya secepat mungkin. Itu fakta yang sudah diketahui umum," kata Lavrov dalam wawancara dengan stasiun televisi Al Arabiya dilansir ANTARA, Kamis, 19 Februari.

"Tetapi perang ini telah menjadi salah satu masalah global utama. Oleh karena itu, pertama-tama hal itu perlu disingkirkan, dan kemudian kita dapat mengerjakan proyek-proyek yang saling menguntungkan," imbuhnya.

Rusia tidak menginginkan perang, dan berharap kekuatan-kekuatan yang peduli terhadap warga negara, penduduk, dan kesejahteraan mereka akan menang di Eropa, demikian kata Lavrov.

Lavrov mengatakan hubungan antara Rusia dan AS bersifat pragmatis, karena kedua negara saling mengakui kepentingan nasional masing-masing.

"Hubungan keduanya pragmatis... Kami memang berkomunikasi. Kami memahami kami harus menggunakan akal sehat. Kami mengakui kepentingan nasional AS," katanya.