Bagikan:

JAKARTA - Yunani bersama Jerman, Belanda, Austria, dan Denmark sedang berupaya membentuk pusat pemulangan migran tanpa dokumen atau ilegal di Afrika.

“Kami bekerja sama dengan empat negara lain – Jerman, Belanda, Austria, dan Denmark – untuk membentuk pusat pemulangan di negara di luar Uni Eropa, terutama di Afrika,” ujar Menteri Migrasi dan Suaka Yunani Athanasios Plevris, Rabu waktu setempat kepada lembaga penyiaran publik ERT disitat Antara.

Ia mengatakan pihaknya telah menggelar pertemuan dengan para menteri terkait dan kelompok teknis akan bertemu pekan depan untuk membahas rincian rencana tersebut.

Menurut Plevris, migran yang pengajuan suakanya ditolak dan tidak diterima kembali oleh negara asalnya akan dikirim ke pusat-pusat tersebut.

Katanya, rencana rinci akan disusun dalam beberapa bulan mendatang, sementara Parlemen Eropa perlu menyetujui legislasi yang mengizinkan pembentukan pusat pemulangan itu.