JAKARTA - Para developer atau pengembang Rusia akan memulai uji coba akses internet berkecepatan tinggi bagi tentara dan sipil dengan sistem komunikasi seperti satelit Starlink.
Surat kabar Izvestia dikutip Tass melaporkan, Rusia telah menjadwalkan Maret 2026 untuk memulai uji coba sistem telekomunikasi mirip Starlink ini dengan menerbangkan kendaraan udara tak berawak (UAV) atau drone bernama Argus, yang berfungsi sebagai operator.
"Drone Argus dapat digunakan sebagai operator telekomunikasi, mentransmisikan video definisi tinggi, menyediakan komunikasi garis depan, dan mengendalikan drone lainnya. Ini penting mengingat fakta bahwa Rusia tidak memiliki konstelasi satelit yang sangat besar yang mampu mentransmisikan volume data sebesar itu secara real-time," kata kepala proyek ini, Nikolas Oksman.
Menurut surat kabar tersebut, drone ini akan beroperasi pada ketinggian 15 hingga 24 kilometer.
Drone Argus baru dapat ditempak jatuh dengan menggunakan sistem rudal permukaan-ke-udara (SAM) seperti Patriot atau S-300.
BACA JUGA:
Oksman menuturkan, drone ini akan menggunakan energi matahari, yang akan memberikannya waktu terbang yang hampir tak terbatas, dan kontrol dapat dilakukan secara otomatis atau manual.
Sementara yang membedakannya fitur drone Argus dari satelit adalah kemampuannya untuk terbang ke area yang ditentukan dan melayang di atasnya.
Oksman menambahkan, bahwa drone ini juga dapat digunakan sebagai pengacau untuk navigasi dan komunikasi satelit, yang sangat diandalkan oleh senjata Barat modern.
Argus disebutkannya akan membuat pertahanan musuh tidak berguna dengan beroperasi di stratosfer. Drone ini juga dapat digunakan untuk memantau kondisi es di sepanjang Jalur Laut Utara dan mengirimkan informasi untuk keperluan pertanian.