JAKARTA - Perayaan Festival Musim Semi atau Tahun Baru Imlek di China pada Tahun Kuda kian menonjolkan teknologi. Di Shenzhen, seperti dilansir dari kantor berita Xin Hua, Rabu, 18 Februari, sekitar 200.000 penonton memadati alun-alun taman hiburan Window of the World untuk menyaksikan pertunjukan drone Tahun Baru. Ribuan drone membentuk adegan “sepuluh ribu kuda berlari”, diiringi tabuhan genderang tradisional dan efek suara derap kuda. Formasi itu bahkan menampilkan detail seperti surai yang berkibar, jejak kuku, hingga karakter Mandarin untuk “kuda”.
Penyelenggara pertunjukan, Huang Xing, manajer Shenzhen DAMODA Intelligent Control Technology Co., Ltd., kepada Xin Hua, mengatakan teknologi yang digunakan memungkinkan tiap drone bergerak dengan akurasi tingkat sentimeter bahkan milimeter. Ia menyebut puluhan ribu drone dapat disinkronkan dengan presisi tinggi, sementara algoritma yang ditingkatkan menghitung dan menutup bagian gambar yang hilang secara waktu nyata.
Pertunjukan ini menuai pujian penonton muda. Banyak yang menyiarkan langsung atau membagikan cuplikan di media sosial. Seorang penonton menilai efek 3D dan pergerakan “kawanan kuda” lebih memukau sekaligus lebih ramah lingkungan dibanding kembang api tradisional.
BACA JUGA:
Perayaan modern itu juga memikat generasi lebih tua. Seorang warga setempat berusia 70 tahun mengatakan simbol budaya yang akrab—termasuk barongsai dan karakter “Fu” (berkah)—membuatnya merasakan suasana Tahun Baru yang “nyata”, meski bentuknya baru. Tanpa asap dan kebisingan, ditambah visual yang terang, membuat penonton lansia menikmati pertunjukan lebih nyaman yaitu jelas, meriah, dan tidak bising. Sangat menarik.
DAMODA menyebut pertunjukan dronenya telah hadir di lebih dari 100 kota di China dan menjangkau lebih dari 50 negara dan kawasan. Perusahaan itu juga terus meningkatkan kejernihan gambar, variasi dan durasi pertunjukan, serta mengintegrasikannya dengan wisata budaya dan ekonomi malam.
Di tengah sorotan teknologi di Shenzhen, tradisi tetap hidup di China timur. Menjelang Tahun Baru Imlek 2026, masih mengutip Xin Hua, dermaga wisata tepi air di Kabupaten Chun’an, Provinsi Zhejiang, semarak oleh lebih dari 200 penampil berkostum tradisional yang menari dengan “kuda bambu” yakni kuda tiruan berlapis kain pada rangka bambu yang diikat di pinggang. Kepala pusat kebudayaan Chun’an Pan Yongxia menyebut ini sebagai penampilan terbesar Tari Kuda Bambu, dan ratusan pertunjukan serupa akan berlanjut di desa-desa serta kecamatan sepanjang periode festival.
Tari Kuda Bambu Chun’an berasal dari Dinasti Song Selatan (1127–1279) dan tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional pada 2014. Pan mengatakan pertunjukan berkembang dari kelompok kecil berisi lima orang menjadi tarian massal dengan puluhan bahkan ratusan peserta, melibatkan semua kelompok usia. Unsur modern seperti tari jalanan juga disisipkan agar lebih dekat dengan generasi muda. Fang Bingkun (86), yang pernah ditetapkan sebagai pewaris representatif seni itu, menekankan teknik tradisional harus dipertahankan, sambil dipadukan secara kreatif dengan tarian kontemporer.
Festival Musim Semi di China kini berjalan di dua jalur yakni tradisi seperti memasang kuplet (dua kalimat doa di kertas merah yang ditempel di pintu) dan teka-teki lampion tetap dilakukan, sementara teknologi—dari drone hingga robot—ikut menjadi cara baru menyampaikan ucapan Tahun Baru.