Bagikan:

JAKARTA - Lebih dari 40.000 kembang api menerangi langit pada Selasa malam saat Xiamen (daratan) dan Kinmen menggelar pertunjukan bersama untuk menandai Festival Musim Semi. Atraksi 30 menit itu dimulai pukul 20.00 pada hari pertama Tahun Kuda, dengan peluncuran dari dua sisi yang jaraknya di titik terdekat kurang dari dua kilometer.

Acara tahunan yang dimulai pada 1987 itu disebut telah menjadi tradisi yang menonjolkan kedekatan hubungan Xiamen–Kinmen. Dilansir dari China Daily, pengunjung berkumpul di tepian perairan di kedua sisi, diiringi musik perayaan. Warga Kinmen juga menampilkan tari barongsai.

Seorang pemuda Kinmen, Chang Yang-yang, yang menonton untuk ketiga kalinya, menyebut kembang api serentak sebagai penanda kedekatan. “Ketika kedua sisi menyalakan kembang api bersama, itu menunjukkan kita satu keluarga,” katanya kepada China Daily seperti dikutip Rabu, 18 Februari. Bagi pebisnis Taiwan di Xiamen, Han Ying-huan, pertunjukan itu “bermakna khusus”, sambil menyampaikan harapan terhadap integrasi lintas-selat, seperti dilansir Xinhua dan China Daily.

Perayaan serupa juga berlangsung antara Fuzhou dan Matsu, ketika warga menampilkan lampion untuk menunjukkan tradisi rakyat yang sama. Tahun ini disebut sebagai edisi ke-24.

Di saat yang sama, perjalanan lintas-selat dilaporkan terus pulih. Pada 2025, kunjungan lintas-selat melampaui 5 juta, tertinggi dalam enam tahun. Fujian kembali membuka tur kelompok ke Kinmen dan Matsu pada 2024, dan awal bulan ini daratan mengumumkan rencana memulai kembali tur serupa untuk warga Shanghai. Dalam pertemuan tingkat tinggi urusan Taiwan, Beijing menyatakan akan mempermudah perjalanan lintas-selat serta memperluas pertukaran nonpemerintah dan akar rumput.

Peng O-ya, warga Taipei yang telah tinggal di Xiamen hampir 30 tahun, membagikan momen kembang api kepada kerabatnya di Taiwan lewat panggilan video. Ia berharap warga di kedua sisi selat dapat bergandengan tangan dan mewujudkan harapan bersama.