JAKARTA - Korea Utara tampaknya telah memasuki tahap penetapan Ju-ae, putri pemimpin negara itu, Kim Jong-un sebagai penerus sang ayah, menurut pernyataan badan intelijen yang dikutip oleh anggota parlemen Korea Selatan pada Hari Kamis, menandai peningkatan penilaian dari evaluasi sebelumnya yang menyebutnya sebagai "penerus yang paling mungkin."
Badan Intelijen Nasional (NIS) menyebutkan tanda-tanda Ju-ae mengungkapkan pandangannya tentang kebijakan negara tertentu sebagai salah satu dasar penilaian terbarunya selama pengarahan tertutup kepada komite intelijen parlemen, kata Anggota Parlemen Park Sun-won dan Lee Seong-kweun kepada wartawan.
"Karena Kim Ju-ae telah menunjukkan kehadirannya di berbagai acara, termasuk peringatan hari jadi Tentara Rakyat Korea dan kunjungannya ke Istana Matahari Kumsusan, dan telah terdeteksi tanda-tanda dia menyuarakan pendapatnya tentang kebijakan negara tertentu, NIS percaya dia sekarang telah memasuki tahap untuk ditetapkan sebagai penerus," kata Lee, melansir The Korea Times (12/2).
Lee mengatakan penilaian terbaru menandai langkah maju dari pandangan sebelumnya yang menggambarkan Ju-ae sebagai sosok yang "dilatih" untuk menjadi penerus, hingga kini menilai dia berada pada tahap "penunjukan penerus."
NIS juga mengatakan akan terus memantau apakah dia akan menghadiri kongres partai utama Korea Utara akhir bulan ini.
Sebelumnya, NIS pada Januari 2024 menilai Ju-ae, yang diyakini lahir pada tahun 2013, sebagai "penerus yang paling mungkin" di Korea Utara dalam evaluasi pertamanya tentang kemungkinan suksesi dirinya di rezim yang tertutup itu.
BACA JUGA:
Awal Januari lalu, Ju-ae memberikan penghormatan di Istana Matahari Kumsusan, mausoleum keluarga Kim, untuk pertama kalinya, bersama orang tuanya di tengah spekulasi yang berkembang tentang potensi suksesi dirinya.
Jika Ju-ae muncul di kongres partai atau dianugerahi gelar resmi di acara tersebut, spekulasi tentang dirinya yang dipersiapkan sebagai penerus Kim kemungkinan akan semakin menguat.