Bagikan:

JAKARTA - Larangan Pemerintah Suriah terhadap truk asing masuk negaranya membuat Lebanon dan Yordania campur tangan dengan mencari solusi dengan otoritas terkait.

Kepala Transportasi Darat dan Maritim pada Kementerian Transportasi Lebanon, mengatakan kepada AFP pada Rabu 11 Februari bahwa diskusi terkait hal ini antara Lebanon-Yordania-Suriah sedang berjalan/

Keputusan Suriah ini diterbitkan pada Sabtu pekan lalu dan mengecualikan truk yang hanya melewati Suriah menuju negara lain.

AFP melaporkan pada Selasa kemarin, puluhan truk terdampak aturan itu berada di sisi Lebanon di perbatasan Masnaa.

Tamer mengatakan, diterbitkannya aturan ini tidak secara khusus menargetkan Lebanon yang sejauh ini memiliki hubungan baik dengan Suriah sejak jatuhnya Bashar Assad.

Menurut Tamer, Lebanon mengirim sekitar 500 truk ke Suriah setiap harinya.

Di Yordania, yang juga terdampak keputusan tersebut, Juru Bicara Kementerian Transportasi Mohammed Al-Dweiri mengaku “diskusi sedang berlangsung, dan kami menunggu tanggapan dari pihak Suriah mengenai izin masuk dan penyeberangan truk asing.”

Dweiri mengatakan bahwa truk-truk Yordania terus menurunkan muatan mereka di zona bebas di perbatasan Nassib dengan Suriah.

Dweiri bilang, sekitar 250 truk Yordania melakukan perjalanan ke Suriah setiap hari.