PADANG LAWAS UTARA - Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan menyelesaikan rehabilitasi jembatan gantung di Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara, yang menjadi penghubung antardesa di wilayah tersebut.
Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap mengatakan, jembatan gantung tersebut menghubungkan Desa Purba Sinomba dengan Desa Pagaran Tonga, Kecamatan Padang Bolak.
“Jembatan tersebut merupakan penghubung Desa Purba Sinomba dengan Desa Pagaran Tonga, Kecamatan Padang Bolak,” ujar Asrul di Medan, Antara, Minggu, 8 Februari.
Menurut Asrul, rehabilitasi jembatan ini merupakan wujud komitmen TNI Angkatan Darat melalui Satgas Gulbencal Kodam I/Bukit Barisan dalam membantu pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya dalam pemulihan infrastruktur pascabencana.
“Kami berharap jembatan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga serta memberikan rasa aman dan nyaman dalam beraktivitas sehari-hari,” katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan rehabilitasi dilakukan oleh Satgas Koramil 05/Padang Bolak Kodim 0212/Tapanuli Selatan bersama personel Detasemen Zeni Bangunan (Denzibang), para pekerja, serta masyarakat setempat.
Sejak awal pelaksanaan, pekerjaan difokuskan pada pemulihan struktur jembatan guna meningkatkan aspek keamanan dan kenyamanan bagi para pengguna.
“Sejak awal kegiatan, fokus perbaikan adalah pada pemulihan struktur jembatan agar lebih aman dan nyaman dilalui,” ujar Asrul.
Pekerjaan yang telah diselesaikan meliputi pemasangan gelagar, penggantian lantai jembatan dengan plat besi, serta pengecatan tiang dan pagar jembatan. Seluruh papan lantai lama yang sebelumnya telah lapuk termakan usia juga diganti secara menyeluruh untuk memperkuat konstruksi jembatan.
Jembatan gantung yang dibangun sejak 1979 tersebut memiliki panjang sekitar 72 meter dan lebar 1,80 meter. Keberadaan jembatan ini menjadi akses vital bagi masyarakat Kecamatan Padang Bolak karena menunjang mobilitas warga, aktivitas sosial, serta perekonomian antardesa.
BACA JUGA:
“Dengan selesainya rehabilitasi ini, jembatan gantung sudah dapat dilalui kembali oleh masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari,” kata Asrul.