JEMBER - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember memastikan seluruh perjalanan kereta api yang melintas di wilayah Pasuruan hingga Banyuwangi, Jawa Timur, tetap aman pascagempa bumi bermagnitudo 6,4 yang mengguncang Pacitan pada Jumat dini hari, 7 Februari.
“Gempa bumi sempat terasa di wilayah operasional kami, sehingga KAI Daop 9 Jember langsung mengambil langkah cepat dan terukur untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api serta keamanan prasarana perkeretaapian,” kata Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro di Jember, Antara, Jumat, 6 Februari.
Cahyo menjelaskan, sesaat setelah gempa dirasakan, Pusat Pengendali Kereta Api (Pusdal KA) Daop 9 Jember langsung berkoordinasi dengan seluruh unit terkait, termasuk petugas lapangan serta Kepala Unit Pelaksana Teknis Jalan Rel dan Jembatan (KUPT JJ) di wilayah Daop 9 Jember.
Sebagai langkah preventif, seluruh perjalanan kereta api yang melintas di wilayah tersebut sempat diberhentikan luar biasa guna menunggu hasil pemeriksaan kondisi prasarana pascagempa.
Adapun kereta api yang diberhentikan sementara yakni KA Mutiara Timur relasi Ketapang–Surabaya Pasarturi dan KA Blambangan Ekspres relasi Pasar Senen–Ketapang. Kedua kereta tersebut diberhentikan di Stasiun Klakah untuk menunggu hasil pengecekan menyeluruh terhadap jalur rel, jembatan, serta prasarana pendukung lainnya.
“Hasil pemeriksaan lapangan selesai dilakukan pada pukul 02.15 WIB. Seluruh lintas di wilayah Daop 9 Jember dinyatakan dalam kondisi aman dan layak operasi,” ujar Cahyo.
Setelah dinyatakan aman, perjalanan kereta api kembali dilanjutkan. KA 210 Mutiara Timur diberangkatkan kembali dari Stasiun Klakah pada pukul 01.33 WIB dengan keterlambatan sekitar 10 menit, sementara KA 147 Blambangan Ekspres berangkat pada pukul 01.31 WIB dengan kelambatan serupa.
Cahyo menegaskan, keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama KAI. Oleh karena itu, setiap potensi gangguan, termasuk akibat bencana alam, akan selalu direspons dengan penerapan prosedur keselamatan yang ketat sesuai standar operasional.
Ia mengimbau pelanggan dan masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan KAI melalui kanal komunikasi resmi.
BACA JUGA:
“Penghentian sementara perjalanan dilakukan semata-mata demi memastikan keselamatan bersama. KAI Daop 9 Jember berkomitmen memberikan layanan yang aman, andal, dan mengutamakan keselamatan,” kata Cahyo.