JAKARTA - Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo menyatakan pemerintah pada era Presiden Prabowo berkomitmen memperkuat pelestarian lingkungan melalui program penghijauan hutan berskala besar.
Ia mengungkapkan pemerintah menyiapkan anggaran hingga Rp 2 triliun untuk mendukung konservasi dan pengembangan kawasan hutan sebagai bagian dari strategi nasional menghadapi kerusakan lingkungan serta perubahan iklim.
Menurut Hashim, Indonesia mengambil langkah penting dengan menargetkan reboisasi sekitar 12,7 juta hektare kawasan hutan yang hilang. Kebijakan ini dinilai sebagai perubahan besar dalam arah kebijakan lingkungan nasional.
“Pemerintah Indonesia akan mengalokasikan anggaran US$ 120 juta atau Rp 2 triliun untuk konservasi dan pengembangan, seperti di Taman Nasional Way Kambas di Lampung,” ujarnya dalam acara Indonesia Economic Summit di Jakarta, Rabu 4 Februari.
Way Kambas dikenal sebagai kawasan konservasi penting yang menjadi habitat gajah Sumatra serta berbagai spesies dilindungi lainnya. Investasi pemerintah di kawasan tersebut diharapkan memperkuat perlindungan satwa liar sekaligus memulihkan ekosistem hutan yang terdegradasi.
BACA JUGA:
Lebih lanjut, Hashim menegaskan pendanaan tersebut sepenuhnya bersumber dari anggaran negara. Langkah itu dinilai akan berdampak luas, tidak hanya bagi kelestarian lingkungan, tetapi juga bagi keberlanjutan pembangunan nasional.
“Ini menggunakan dana asli Indonesia, bukan dana donor,” kata Hashim.