JAKARTA — Mantan Menteri Luar Negeri Alwi Shihab menyebut Prabowo Subianto memanggil para eks menlu dan wamenlu untuk dimintai masukan, termasuk soal posisi Indonesia di Board of Peace (BoP).
Alwi mengaku sudah menyiapkan pandangan, tetapi menahan detailnya.
“Saya sudah ada masukannya tapi enggak boleh saya sampaikan sekarang,” kata Alwi di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 4 Februari.
Ia menyebut sekitar 20 orang diundang. Garis besarnya, menurut Alwi, keikutsertaan Indonesia punya “keuntungan”, namun juga ada “reservasi” atau catatan yang perlu diperhitungkan.
“Jadi apa yang harus diperhatikan? Kan kita sudah masuk, masa kita bilang keluar kan enggak mungkin,” ujarnya.
Menlu era Presiden Gus Dur ini menilai Indonesia tetap perlu berada di dalam BoP agar bisa memengaruhi arah pembahasan, bukan sekadar mengomentari dari luar. Saat ditanya apakah penting Indonesia masuk BoP, Alwi menjawab tegas: penting.
Ketika wartawan menyinggung absennya Palestina dalam keterlibatan BoP, Alwi menyebut itulah problem yang harus dikoreksi dari dalam.
“Kalau kita tidak ikut, kita tidak bisa ngomong. Tapi kalau kita di dalam, kita bisa ngomong ‘jangan gitu dong, ini kan kita mau memperjuangkan Palestina, jangan hanya Israel saja yang diperhatikan’,” kata dia.