Bagikan:

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pemerintah pusat dan daerah menyatakan “perang terhadap sampah”, seraya menyoroti wajah kota yang kotor dan semrawut iklan.

Dalam Rakor Pusat–Daerah di Sentul, Senin, 2 Februari, dalam pidatonya, Prabowo menilai krisis sampah sudah mengancam pariwisata dan kesehatan publik. Ia menyinggung kondisi pantai Bali yang tercemar.

“Turis mau datang lihat sampah? Bali indah, tapi pantai kotor,” tegasnya.

Pemerintah menyiapkan 34 proyek waste to energy di 34 kota. Targetnya, peletakan batu pertama dimulai tahun ini.

“Masalah sampah krusial. Kalau perlu pemerintah pusat yang memimpin,” ujarnya.

Selain sampah, Prabowo menyentil maraknya spanduk dan baliho iklan yang memenuhi kota.

“Orang datang ingin lihat kota, bukan lihat baliho besar-besar,” katanya.

Ia meminta kepala daerah menertibkan reklame yang dinilai merusak estetika kota dan mengganggu ruang publik.

Prabowo juga akan meluncurkan Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah). Kementerian, BUMN, pemda, TNI, dan Polri diminta turun langsung membersihkan lingkungan.

“Kita harus menyatakan perang terhadap sampah. Ini bukan soal pidato, tapi kerja,” tegasnya.

Menurut Prabowo, kebersihan bukan hanya urusan tata kota, tetapi bagian dari strategi ekonomi dan penciptaan lapangan kerja melalui sektor pariwisata.