Bagikan:

JAKARTA - Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menekankan perlunya implementasi penuh perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza.

Berbicara pada konferensi pers pada Hari Kamis, Sekjen Guterres mengatakan gencatan senjata di Gaza saat ini digambarkan sebagai pengurangan tembakan tanpa penghentian total.

Ia menekankan perlunya beralih ke fase kedua, yang akan mencakup penarikan penuh pasukan pendudukan Israel dan membuka jalan bagi implementasi solusi dua negara, dilansir dari WAFA (30/1).

Sekretaris Jenderal menekankan, tanggung jawab utama untuk perdamaian dan keamanan internasional terletak pada Dewan Keamanan PBB, mencatat itu adalah satu-satunya badan yang berwenang untuk mengambil keputusan yang mengikat semua pihak dan untuk mengizinkan penggunaan kekuatan berdasarkan hukum internasional.

Sekjen Guterres juga menegaskan kembali penentangannya yang kuat terhadap semua upaya Israel untuk melemahkan solusi dua negara, khususnya di Tepi Barat, melalui pembangunan permukiman, pembongkaran, pengusiran paksa, dan kekerasan kolonial.

Ia menegaskan perlunya menghentikan praktik-praktik tersebut dan menciptakan kondisi yang memungkinkan Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, untuk membentuk Negara Palestina di masa depan.

Sejak konflik terbaru pecah di Gaza pada 7 Oktober 2023, jumlah korban tewas Palestina telah mencapai 71.667 jiwa, sedangkan korban luka-luka mencapai 171.434.

Sumber medis mengatakan, sejak gencatan senjata diberlakukan pada 11 Oktober tahun lalu telah mencapai 492, dengan 1.356 orang terluka, sementara 715 jenazah telah ditemukan.