JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menerima audiensi Bupati Rokan Hilir bersama Komisi X DPR RI terkait usulan pembangunan Sekolah Garuda di Provinsi Riau.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan setiap usulan pembangunan Sekolah Garuda akan diproses secara cermat dan disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia, sesuai arahan agar perencanaan dilakukan secara rinci dan berkelanjutan.
“Sangat senang sekali, Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo tentang Sekolah Garuda mendapat dukungan dari pemerintah daerah Rokan Hilir dan anggota Komisi X DPR RI,” ujar Brian dalam keterangannya di Jakarta, Antara, Rabu, 29 Januari.
Lokasi pembangunan Sekolah Garuda yang diusulkan memiliki luas sekitar 161 hektar. Sebagian lahan tersebut telah dimanfaatkan untuk fasilitas publik, sementara sisanya masih tersedia dan dinilai potensial untuk pengembangan kawasan pendidikan.
Sejumlah fasilitas pendukung telah tersedia di lokasi usulan, mulai dari gedung pendidikan, asrama, sarana ibadah lintas agama, hingga fasilitas olahraga. Keberadaan fasilitas ini disebut menjadi nilai tambah dalam pengembangan kawasan pendidikan terpadu.
Dari sisi aksesibilitas, lokasi tersebut dinilai semakin strategis dengan dukungan infrastruktur jalan tol yang mampu memangkas waktu tempuh perjalanan. Kondisi ini memperkuat prospek pengembangan kawasan pendidikan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, ditegaskan bahwa program Sekolah Garuda dirancang sebagai kebijakan jangka panjang, bukan proyek sesaat.
BACA JUGA:
Pemerintah juga menegaskan penentuan lokasi Sekolah Garuda mengedepankan prinsip pemerataan pembangunan pendidikan, dengan prioritas wilayah di luar Pulau Jawa. Dalam konteks tersebut, Provinsi Riau dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu lokasi pengembangan Sekolah Garuda ke depan.