Bagikan:

JAKARTA - Pertemuan kelompok keamanan trilateral antara Rusia, Amerika Serikat (AS) dan Ukraina dijadwalkan berlangsung pada 1 Februari di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

"Ya, 1 Februari, untuk sementara, tetapi untuk saat ini kami akan menindaklanjutinya dari situ," kata Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Rabu, 28 Januari, seraya menyebut pertemuan itu akan kembali berlangsung di Abu Dhabi.

Juru bicara Kremlinitu menambahkan pembahasan detail tentang penyelesaian konflik secara terbuka hanya akan mengganggu negosiasi.

"Kami tidak membahas daftar dokumen apa pun. Kami percaya semua ini harus dilakukan secara diam-diam, di balik pintu tertutup — dan itulah yang sedang terjadi," kata Peskov dilansir ANTARA dari Sputnik.

Delegasi Rusia secara rutin sudah menerima instruksi dari Presiden Rusia Vladimir Putin, imbuh juru bicara tersebut.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Minggu (11/1) menuntut agar Eropa menyerahkan cadangan rudal pertahanan udara mereka kepada negaranya.

"Prioritas utamanya rudal pertahanan udara… kontribusi baru para mitra untuk inisiatif PURL [Daftar Prioritas Kebutuhan Ukraina] yang diperlukan, serta pengiriman dari persediaan di Eropa: rudal-rudal itu ada di gudang, dan kami tahu semua itu," kata Zelenskyy dalam pesan video yang dipublikasikan di akun Telegram-nya.

Rusia berulang kali menyatakan pasokan senjata Barat ke Ukraina menghambat penyelesaian konflik militer dan menjadikan negara-negara NATO sebagai pihak yang terlibat dalam krisis tersebut.