KUDUS - Intensitas hujan yang tidak kunjung mereda memicu banjir bandang di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, semakin meluas. Hingga Selasa 13 Januari, tercatat 23 desa pada enam kecamatan terendam air. Hal ini memaksa otoritas setempat menyiagakan posko pengungsian dan dapur umum secara masif.
Salah satu lokasi dengan dampak terparah berada di wilayah Kecamatan Mejobo. Di Desa Kesambi dan Desa Temulus, ketinggian air dilaporkan terus meningkat hingga melampaui 1 meter pada titik-titik rendah. Luapan air dipicu oleh limpasan dari tiga sungai besar yang tidak lagi mampu menampung debit kiriman.
Kepala Desa Temulus Suharto mengungkapkan, bencana kali ini merupakan salah satu yang tersulit bagi warganya. "Hampir seluruh wilayah Desa Temulus terdampak. Sekitar 5.000 rumah warga kini terendam banjir dengan kedalaman yang bervariasi," jelasnya.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus menunjukkan skala dampak yang sangat luas:
- Wilayah Terdampak: 23 Desa di 6 Kecamatan.
- Total Warga Terdampak: 32.387 jiwa.
- Fasilitas Darurat: Posko pengungsian dan dapur umum telah diaktifkan di balai desa serta gedung-gedung pemerintah.
Selain melumpuhkan permukiman, banjir juga kembali memutus jalur logistik nasional. Ruas Jalur Pantura Kudus-Pati pada Selasa kemarin terendam air akibat luapan Sungai Dawe yang membawa kiriman air dari lereng Pegunungan Muria. Kondisi ini memicu kemacetan panjang dan mengharuskan kendaraan besar berhati-hati saat melintas.
Pemerintah daerah mengimbau warga untuk segera mengevakuasi diri ke posko resmi jika debit air terus meningkat. Tim gabungan BPBD, TNI, dan Polri kini difokuskan pada distribusi logistik makanan siap saji guna menjangkau warga yang masih memilih bertahan di lantai dua rumah mereka.