JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat inflasi di Jakarta pada Desember 2025 berada di angka 0,33 persen secara bulanan atau month to month (m to m). Sejumlah komoditas pangan hingga energi menjadi penyumbang utama kenaikan harga tersebut.
Kepala BPS DKI Jakarta, Nurul Hasanudin, mengatakan inflasi Desember 2025 dipengaruhi oleh pergerakan harga beberapa komoditas yang konsumsinya cukup tinggi di masyarakat.
"Inflasi month to month (m to m) sebesar 0,33 persen dipengaruhi beberapa komoditas. Diantaranya daging ayam ras (0,08 persen), cabai rawit (0,07 persen) dan bensin (0,05 persen),* kata Nurul dalam keterangannya, Jumat, 9 Januari.
Selain inflasi, BPS juga mencatat kinerja ekspor Jakarta menunjukkan tren positif. Pada November 2025, nilai ekspor Jakarta meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Perkembangan ekspor naik 22,68 persen atau mencapai 1,65 miliar Dolar Amerika Serikat dibandingkan November 2024. Sementara impor Jakarta mencapai 6,97 miliar Dolar AS,* ungkapnya.
Menurut Nurul, pengendalian inflasi yang terjaga turut berperan dalam mendorong aktivitas ekonomi, termasuk perdagangan internasional dan sektor jasa di Ibu Kota.
Dari sisi pariwisata, kinerja perhotelan di Jakarta juga mengalami peningkatan. Hal ini tercermin dari naiknya tingkat penghunian kamar hotel pada November 2025 dibandingkan bulan sebelumnya.
"Sektor pariwisata DKI Jakarta mengalami tren positif pada November 2025. Ini terlihat dari tingkat penghuni kamar (TPK) hotel yang naik 4,34 persen dibandingkan Oktober 2025," ujar Nurul.
Ia merinci, tingkat penghunian kamar hotel berbintang pada November 2025 mencapai 62,03 persen. Sementara itu, hotel nonbintang mencatat tingkat hunian sebesar 44,90 persen.
Aktivitas transportasi publik di Jakarta juga menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat. BPS mencatat jumlah penumpang moda transportasi massal masih berada di level yang tinggi sepanjang November 2025.
BACA JUGA:
"Untuk transportasi di Jakarta, BPS mencatat selama November 2025 ada 4.061.751 penumpang MRT, LRT sebanyak 114.965 orang dan Transjakarta sebanyak 37.769.186 penumpang," paparnya.
Sementara itu, pergerakan penumpang melalui moda transportasi udara dan laut juga tercatat stabil. Jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok pada November 2025 tercatat sebanyak 14.958 orang, sedangkan dari Bandara Halim Perdanakusuma mencapai 92.786 orang.