YOGYAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menjadi sorotan dan menuai kemarahan publik usai pernyataannya yang menyebut kondisi listrik telah pulih di daerah yang terdampak banjir dan longsor di Aceh. Padahal kondisi di lapangan masih banyak wilayah yang gelap gulita.
Bahlil pun akhirnya meminta maaf kepada warga Aceh karena listrik belum sepenuhnya pulih. Namun, karena klaim yang salah tersebut, Bahlil kini menjadi sorotan publik. Banyak yang ingin mengetahui lebih jauh siapa sebenarnya Bahlil Lahadalia.
Biodata Singkat Bahlil Lahadalia
Bahlil Lahadalia lahir di Banda, Maluku Tengah, pada 7 Agustus 1976, dari pasangan Lahadalia dan Nurjani. Bahlil memeluk agama Islam dan tumbuh dalam lingkungan keluarga sederhana.
Orangtua Bahlil hidup dengan keterbatasan ekonomi. Ayahnya bekerja sebagai kuli bangunan, sementara ibunya menjadi buruh cuci pakaian. Ia merupakan anak kedua dari sembilan bersaudara.
Dalam kehidupan pribadi, Bahlil menikah dengan Sri Suparni. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai lima orang anak.
Masa Kecil dan Perjuangan Hidup
Sejak usia dini, Bahlil telah terbiasa menghadapi keras hidup. Saat duduk di bangku sekolah dasar, ia membantu ekonomi keluarga dengan berjualan kue. Usaha tersebut dilakukan agar ia tidak menjadi beban bagi orang tuanya.
Ketika menginjak SMP dan SMA, Bahlil bekerja sebagai kondektur dan sopir angkot. Meski harus membagi waktu antara sekolah dan bekerja, prestasinya tetap menonjol. Ia bahkan dipercaya menjadi ketua OSIS di sekolahnya.
Ayah Bahlil meninggal dunia pada tahun 2010 akibat penyakit paru-paru. Peristiwa tersebut semakin menguatkan tekadnya untuk mengubah nasib keluarga. Pengalaman pahit tersebut membentuk karakter pekerja keras dan mandiri.
BACA JUGA:
Pendidikan, Karier, dan Politik
Pendidikan dasar Bahlil ditempuh di SD Negeri Kolaka Timur dan SMP Negeri 1 Kolaka. Ia kemudian melanjutkan pendidikan menengah di SMA YAPIS Fakfak. Setelah lulus, Bahlil melanjutkan pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay, Jayapura.
Selama masa kuliah, Bahlil dikenal aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Ia bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan aktif dalam berbagai kegiatan kampus. Aktivitas ini membentuk jiwa kepemimpinan dan jejaring sosialnya.
Kombinasi antara pendidikan formal dan pengalaman kerja sejak kecil menjadi modal penting bagi Bahlil. Ia lulus kuliah dengan kesiapan mental yang matang. Hal tersebut membantunya cepat berkembang di dunia profesional.
Usai lulus kuliah, Bahlil sempat bekerja di perusahaan BUMN, Sucofindo. Namun, ia memilih mengundurkan diri untuk merintis usaha sendiri. Bersama rekan-rekannya, ia mendirikan PT Rifa Capital, PT Bersama Papua Unggul, dan PT Dwijati Sukses.
Melalui PT Rifa Capital, Bahlil berhasil mendirikan lebih dari sepuluh perusahaan. Kesuksesan tersebut mengantarkannya menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2015-2019. Posisi ini menjadi titik penting dalam karier nasionalnya.
Kedekatannya dengan pemerintahan membuat Bahlil dipercaya bergabung dalam Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019. Ia kemudian ditunjuk sebagai Kepala BKPM periode 2019-2024. Karier politiknya pun terus menanjak.
Pada 28 April 2021, Bahlil dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM. Ia kembali aktif dalam politik nasional pada Pilpres 2024 dengan mendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Dalam kontestasi tersebut, Bahlil dipercaya sebagai Ketua Tim Kerja Strategis.
Setelah Pilpres 2024, Bahlil dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri ESDM pada 19 Agustus 2024. Ia menggantikan Arifin Tasrif dalam jabatan tersebut. Beberapa hari kemudian, Bahlil ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Golkar.
Bahlil kembali menjabat sebagai ESDM di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia dilantik pada 21 Oktober 2024, menandai kelanjutan perannya dalam pemerintahan nasional.
Selain pembahasan di atas, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!