JAKARTA - Amerika Serikat tidak berperang dengan Venezuela, kata Presiden Donald Trump dalam sebuah wawancara dengan NBC News.
Militer Amerika Serikat menggelar operasi di ibu kota Caracas dan kemudian menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores yang dibawa ke AS untuk menjalani persidangan di New York.
"Tidak, kami tidak," kata Presiden Trump, melansir TASS (7/1)
"Kami berperang dengan orang-orang yang menjual narkoba. Kami berperang dengan orang-orang yang mengosongkan penjara mereka ke negara kami dan mengosongkan pecandu narkoba mereka dan mengosongkan rumah sakit jiwa mereka ke negara kami," jelas Presiden Trump.
Kepala Pentagon Pete Hegseth mengungkapkan, negaranya mengerahkan hampir 200 personel militer dalam penangkapan Presiden Maduro, melansirAl ArabiyadariAFP.
Pernyataan itu menjadikannya pejabat pertama AS yang memberikan angka pasti mengenai jumlah pasukan AS yang menyerbu Caracas melalui helikopter sebagai bagian dari operasi mengejutkan tersebut, yang juga melibatkan lebih dari 150 pesawat militer dalam berbagai peran, termasuk menyerang pertahanan Venezuela.
Gedung Putih yakin pemilihan umum baru tidak akan diadakan di Venezuela selama tiga puluh hari ke depan, kata Presiden Trump.
"Kita harus memperbaiki negara ini terlebih dahulu. Anda tidak bisa mengadakan pemilihan. Tidak mungkin rakyat bisa memilih," kata pemimpin AS itu ketika menjawab pertanyaan tentang kemungkinan pemilihan di Venezuela dalam satu bulan.
"Tidak, itu akan membutuhkan waktu. Kita harus memulihkan negara ini," tambahnya.
Presiden Trump juga menunjuk sekelompok pejabat AS yang akan menangani urusan Venezuela, termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Perang Pete Hegseth, wakil kepala staf Gedung Putih Stephen Miller, dan Wakil Presiden JD Vance.
"Mereka semua memiliki keahlian, keahlian yang berbeda," katanya.
BACA JUGA:
Maduro dalam sidang perdana di Pengadilan Federal New York pada Hari Senin menegaskan dirinya masih Presiden Venezuela, mengaku tidak bersalah atas empat dakwaan kriminal: terorisme narkoba, konspirasi impor kokain, serta kepemilikan senapan mesin dan alat peledak. Sang istri, Flores juga mengaku tidak bersalah.
Pemimpin Venezuela itu telah lama membantah tuduhan tersebut, mengatakan itu hanyalah kedok untuk rencana imperialis atas cadangan minyak Venezuela yang kaya.
Sementara itu, Wakil Presiden sekaligus Menteri Perminyakan Venezuela, Delcy Rodriguez, secara resmi dilantik pada Hari Senin sebagai presiden sementara Venezuela.