JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memastikan pihaknya tidak sedang membicarakan pergantian rezim di Venezuela, di saat Amerika Serikat menambah 10 jet tempur siluman untuk penguatan militer di Karibia.
"Kita tidak membicarakan itu, tetapi kita membicarakan fakta bahwa Anda telah menyelenggarakan pemilu yang sangat aneh, secara halus," kata Trump, merujuk pada pemilu 2024 yang disengketakan, yang menurut pemerintah Venezuela dimenangkan Presiden Nicolas Maduro sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu, 6 September.
Trump ditanya wartawan tentang klaim yang disampaikan Maduro pekan ini soal Amerika Serikat mengupayakan "perubahan rezim melalui ancaman militer."
"Pemerintah Amerika Serikat harus menghentikan rencananya untuk melakukan perubahan rezim dengan kekerasan di Venezuela dan di seluruh Amerika Latin serta menghormati kedaulatan, hak atas perdamaian, dan kemerdekaan," kata Maduro di televisi pemerintah.
"Saya menghormati Trump. Perbedaan apa pun yang kita miliki tidak dapat mengarah pada konflik militer," sambung Maduro. "Venezuela selalu bersedia untuk berdialog,” katanya.
Trump menunjukkan pendekatan barunya dalam memerangi perang narkoba dengan serangan militer AS pada Selasa yang menewaskan 11 orang dan menenggelamkan kapal dari Venezuela yang menurut Trump mengangkut narkotika ilegal.
Presiden AS sedang mempertimbangkan opsi untuk serangan lebih lanjut, termasuk kemungkinan menyerang target yang diduga kartel narkoba di Venezuela, CNN melaporkan pada Jumat, mengutip beberapa sumber yang mengetahui rencana pemerintah. Serangan semacam itu akan menandai eskalasi besar.
Gedung Putih, Pentagon, dan Departemen Luar Negeri tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters atas laporan tersebut.
Pemerintahan Trump memerintahkan pengerahan 10 jet tempur F-35 ke lapangan terbang Puerto Riko untuk melakukan operasi melawan kartel narkoba, sumber mengatakan kepada Reuters pada Jumat.
Pengerahan baru ini merupakan tambahan dari kehadiran militer AS yang sudah gencar di Karibia selatan seiring Trump melaksanakan janji kampanyenya untuk menindak kelompok-kelompok yang menyalurkan narkoba ke Amerika Serikat.
Pengungkapan tentang F-35 ini terjadi hanya beberapa jam setelah Pentagon menuduh Venezuela melakukan penerbangan "sangat provokatif" pada Kamis oleh jet-jet tempur di dekat kapal perang Angkatan Laut AS.
Trump memperingatkan Venezuela militer AS memiliki wewenang untuk menembak jatuh jet-jet tempur tersebut jika para komandan merasa perlu.
"Jika mereka menempatkan kita dalam posisi berbahaya, mereka akan ditembak jatuh,” sambungnyya.
Di setiap kesempatan, pemerintahan Trump selalu berusaha mengaitkan pemerintahan Maduro dengan perdagangan narkotika, tuduhan yang dibantah Caracas.
Secara khusus, Trump menuduh Maduro memimpin geng Tren de Aragua, yang oleh pemerintahannya ditetapkan sebagai organisasi teroris pada bulan Februari.
Maduro membantah adanya hubungan dengan Tren de Aragua, yang menurut pemerintahnya telah dinonaktifkan di Venezuela akibat penggerebekan penjara pada tahun 2023.
Trump padahari Jumat membandingkan kematian ratusan ribu warga Amerika akibat overdosis dengan korban perang, saat ia berusaha membenarkan aktivitas militer yang besar di Karibia.
"Bayangkan jika Anda sedang berperang dan kehilangan 300.000 orang. Kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi," katanya.