MEDAN– Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember, Jawa Timur, membantu memulihkan kondisi psikis anak-anak pascabencana banjir di Medan, Sumatera Utara.
Kegiatan Psychosocial Support Service (PSS) dan Layanan Kesehatan Terpadu dilakukan PMI di sejumlah lokasi terdampak banjir, yakni di Masjid Al-Husna dan Masjid Al-Mahri, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sabtu, 3 Januari.
“Tim PSS PMI berusaha memulihkan kondisi psikis anak-anak, sehingga pascabencana kondisi mereka masih tetap terjaga dengan baik,” kata Kepala Bidang Pelayanan Markas PMI Jember, Elvana Kusdijanto, dalam keterangan tertulis.
Elvana yang juga menjadi bagian dari tim PSS menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 28 anak yang mendapatkan edukasi mitigasi bencana melalui metode rekreatif.
“Sebanyak 28 anak mengikuti kegiatan kemanusiaan dengan mendapatkan edukasi mitigasi lewat metode rekreatif,” tuturnya.
BACA JUGA:
Ia mengatakan anak-anak korban bencana diajak mengikuti aktivitas rekreatif dan ekspresif yang dikemas secara ringan agar mereka dapat dengan mudah memahami apa saja yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.
Melalui edukasi tersebut, anak-anak diharapkan tidak lagi memiliki rasa takut dan justru mampu bersikap tanggap apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.
“Kami hadir di sini untuk memberikan edukasi pada anak sehingga tidak hanya sehat fisik tetapi juga tangguh secara mental,” katanya.
Menurut Elvana, metode bermain dan bercerita yang diterapkan dalam kegiatan PSS mampu membantu anak-anak melepaskan kecemasan akibat banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.
“PMI berharap anak-anak di lokasi terdampak bencana banjir kembali memiliki semangat untuk kembali ke sekolah menimba ilmu pendidikan untuk masa depannya nanti,” ujarnya.
Ia menambahkan kegiatan tersebut bertujuan memberi semangat baru bagi anak-anak agar mereka dapat kembali bersekolah tanpa terus mengingat peristiwa bencana banjir yang pernah dialami.
Di sela-sela kegiatan PSS, PMI juga memberikan layanan kesehatan gratis bagi warga dewasa. Layanan tersebut dilakukan oleh tenaga dokter serta relawan Korps Sukarela (KSR) yang memiliki latar belakang medis.
Layanan kesehatan diberikan untuk mencegah penyakit yang kerap muncul pascabencana, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, penyakit kulit, dan demam berdarah.