Bagikan:

JAKARTA - Penggalian di kota kuno Hadrianopolis di Provinsi Karabuk, wilayah Laut Hitam Turki, berhasil mengungkap aula penerimaan abad ke-4 Masehi yang menampilkan desain mosaik langka bulan lalu, kata para ahli.

Dipimpin oleh arkeolog Ersin Celikbas dari Universitas Karabuk, penggalian tahun ini, yang dilakukan di bawah Proyek Warisan untuk Masa Depan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turki di Eskipazar, berfokus pada benteng bagian dalam situs tersebut, di mana sebuah ruangan besar berlantai mosaik ditemukan.

"Kami mengidentifikasi ruangan ini sebagai aula penerimaan, yang menunjukkan bahwa ruangan ini termasuk dalam kompleks istana di Hadrianopolis," kata Celikbas kepada wartawan, menyebut temuan itu "sangat signifikan" untuk arkeologi Laut Hitam dan Anatolia, dilansir dari Anadolu (1/1).

Mosaik tersebut menampilkan burung merak yang minum dari air mancur, pola geometris, desain pita, bintang berujung delapan, dan motif yang belum pernah tercatat sebelumnya dalam literatur akademis. Sekitar 80 persen permukaan mosaik masih utuh.

Beberapa figur manusia juga ditemukan, meskipun sebagian besar rusak. Celikbas mengatakan pekerjaan lebih lanjut akan dilanjutkan pada tahun 2026 untuk mengungkap bagian-bagian istana tambahan.

"Kami masih belum dapat menentukan apakah figur tersebut bersifat mitologis atau religius," katanya, seraya mencatat mosaik tersebut menunjukkan pola yang sangat mencolok.

Ia menambahkan, penemuan ini sangat signifikan bagi arkeologi Anatolia, menekankan beberapa motif, termasuk satu motif tertentu, telah diidentifikasi di sini untuk pertama kalinya dan belum pernah tercatat sebelumnya di wilayah tersebut.

Sementara itu, Wali Kota Eskipazar Serkan Civa mengatakan, minat terhadap Hadrianopolis terus meningkat, menambahkan situs tersebut baru-baru ini menerima status resmi sebagai "reruntuhan" dan akan segera menawarkan fasilitas pengunjung baru untuk mengakomodasi peningkatan jumlah tamu.