Bagikan:

JAKARTA – Pakar komunikasi politik, Hendri Satrio menilai, konferensi pers Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya soal bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat memperlihatkan adanya peningkatan komunikasi publik pemerintahan Prabowo Subianto.

“Apa yang disampaikan oleh Seskab Teddy Indra Wijaya bisa memberikan informasi tentang kondisi terkini di area bencana Sumatera. Ini menunjukkan adanya peningkatan di sektor komunikasi publik,” ungkapnya, Jumat 2 Januari.

Seperti diketahui, dalam konferensi pers tersebut, pemerintah melalui Seskab Teddy Indra Wijaya menyampaikan data konkret seperti penyerahan 12 helikopter untuk evakuasi, penyambungan jembatan darurat, serta pemulihan 80 persen layanan rumah sakit dan puskesmas.

Hal inilah yang dianggap membantu mengurangi spekulasi publik terhadap peran pemerintah kali ini.

“Komunikasi yang jelas dan berbasis data seperti ini membantu mengarahkan persepsi publik serta membangun kepercayaan bahwa upaya pemulihan sedang berjalan terarah,” sambung Hensat.

Menurutnya, pendekatan tersebut sebagai indikator pergeseran strategi komunikasi pemerintah, dari respons reaktif ke penyajian data terukur yang mengurangi celah informasi di media sosial.

“Ini cetak biru komunikasi krisis yang bisa dipakai lagi untuk situasi apa pun ke depannya, dengan transparansi sebagai elemen kunci mengelola distrust publik,” sambungnya.

Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI ini menyebut, perkembangan komunikasi publik tersebut merupakan sinyal positif bagi pemerintah dalam menghadapi tantangan krisis multidimensi seperti bencana di Sumatera.

Meski demikian, efektivitas model komunikasi seperti itu juga bergantung pada implementasi di lapangan dan respons terhadap masukan dari berbagai pihak.

“Peningkatan transparansi ini merupakan sinyal positif, tapi keberhasilannya akan diuji oleh konsistensi ke depan dan kemampuan pemerintah menjawab setiap celah informasi yang masih ada di lapangan,” tutup Hensat.