BOGOR - Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meresmikan cungkup Prasasti Batutulis di Batutulis, Kota Bogor, Rabu, 31 Desember. Peresmian ini menandai penguatan revitalisasi situs cagar budaya nasional dengan tetap menjaga keaslian dan karakter kawasan.
Fadli Zon menegaskan Jawa Barat, khususnya Bogor, menyimpan kesatuan sejarah dan peradaban yang kuat. Revitalisasi, kata dia, tak berhenti pada fisik, tetapi menghidupkan narasi budaya agar dipahami publik. Ia mencontohkan relokasi Prasasti Muara Cianten seberat hampir 20 ton yang baru dilakukan setelah puluhan tahun karena berada di tengah sungai.
Menurut Fadli, museum dan situs cagar budaya adalah etalase peradaban. Tanpa etalase yang representatif, identitas bangsa sulit ditampilkan ke dunia. Karena itu, ia mendorong percepatan museum tematik kerajaan Nusantara, termasuk Kerajaan Pajajaran, agar literasi sejarah hidup kembali. Pemerintah pusat, provinsi, dan daerah diminta berkolaborasi menjadikan kawasan ini pusat budaya dan edukasi atau cultural enclave.
BACA JUGA:
Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, mengapresiasi kerja Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX Jawa Barat dan Pemkot Bogor dalam penataan kawasan Batutulis yang dilakukan progresif.
Prasasti Batutulis adalah monolit andesit berinskripsi sembilan baris berhuruf Jawa Kuna dan bahasa Sunda Kuna. Isinya mengisahkan riwayat Sri Baduga Maharaja, raja Pakuan Pajajaran.
Fadli berharap revitalisasi Batutulis menjadi penggerak ekonomi kreatif lokal—dari wisata budaya hingga UMKM—sekaligus menjaga warisan sejarah Sunda tetap hidup.