Bagikan:

JAKARTA - Turki memperingatkan Rusia dan Ukraina untuk lebih berhati-hati terkait keamanan Laut Hitam setelah angkatan udaranya menembak jatuh drone yang memasuki wilayah udara Turki.

Pesawat tempur F-16 dikerahkan pada Senin setelah drone yang "tidak terkendali" mendekati wilayah udara Turki dari Laut Hitam.

Drone tersebut ditembak jatuh di area yang aman untuk melindungi warga sipil dan lalu lintas udara, kata para pejabat.

Insiden ini terjadi setelah serangan Ukraina baru-baru ini terhadap kapal tanker "armada bayangan" Rusia di lepas pantai Turki, serta peringatan dari pejabat Turki tentang risiko perang di Ukraina yang meluas ke wilayah tersebut.

“Karena perang yang sedang berlangsung antara Ukraina dan Rusia, rekan-rekan kami telah diperingatkan bahwa kedua belah pihak perlu lebih berhati-hati terkait insiden yang dapat berdampak negatif terhadap keamanan Laut Hitam,” kata Kementerian Pertahanan Turki dilansir Associated Press, Kamis, 18 Desember.

Pihak berwenang Turki belum mengungkapkan asal usul drone tersebut.

Kementerian tersebut mengatakan objek tersebut kemungkinan pecah menjadi fragmen-fragmen kecil yang tersebar di area yang luas, sehingga menyulitkan identifikasinya. Upaya pencarian dan analisis teknis masih berlangsung.

Ukraina mengatakan drone angkatan lautnya menyerang dua kapal tanker pada 28 November. Kapal ketiga diserang pada 2 Desember saat menuju pelabuhan Sinop di Turki.

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengutuk serangan sebelumnya sebagai ancaman terhadap “keselamatan navigasi, kehidupan, dan lingkungan, terutama di zona eksklusif Turki.