Bagikan:

JEMBER – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bergerak cepat memenuhi kebutuhan warga terdampak banjir yang merendam Perumahan Villa Indah Tegalbesar, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember Zughrinada Wahyudi Hidayat mengatakan, pihaknya langsung mengerahkan personel dan sumber daya darurat untuk menangani banjir di kawasan tersebut.

“Kami mengerahkan personel dan sumber daya darurat untuk menangani banjir yang merendam perumahan itu,” kata Zughrinada dikutip Antara, Rabu 17 Desember.

Penanganan banjir dilakukan secara terpadu bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan relawan. Fokus utama diarahkan pada keselamatan warga terdampak serta pemenuhan kebutuhan dasar di lokasi banjir.

“BPBD bersama PU Bina Marga, Cipta Karya, Dinas Sosial, relawan, dan Destana fokus pada penanganan darurat. Bantuan logistik sudah kami salurkan, dua tandon air bersih kami drop, dan dapur umum didirikan untuk memenuhi kebutuhan warga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, banjir kali ini kembali melanda kawasan yang sama seperti kejadian pada tahun-tahun sebelumnya. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, genangan air merusak perabotan rumah tangga dan memaksa sebagian warga menyelamatkan diri dengan perlengkapan seadanya.

Zughrinada mengakui penanganan banjir di Kabupaten Jember menghadapi tantangan besar, terutama keterbatasan personel. Saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember hanya berjumlah 17 orang, sementara titik banjir yang harus ditangani mencapai 21 lokasi di berbagai kecamatan.

“Kondisi ini tentu menjadi tantangan bagi kami di lapangan, namun upaya penanganan tetap kami lakukan semaksimal mungkin,” tuturnya.

BPBD Jember juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Februari 2026.

“Kami mengimbau warga menyiapkan Tas Siaga Bencana yang berisi dokumen penting, barang berharga, serta makanan tahan lama. Banyak laporan warga kehilangan surat-surat penting karena banjir datang secara tiba-tiba,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Jember memastikan evaluasi menyeluruh terhadap kawasan rawan banjir terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan warga. BPBD Jember menegaskan akan tetap siaga selama potensi cuaca ekstrem masih berlangsung.

Sementara itu, salah satu warga Perumahan Villa Indah Tegalbesar, Fira, mengaku banjir kali ini merupakan yang terparah sejak ia menempati rumah di kawasan tersebut.

“Air masuk rumah cukup tinggi. Ini banjir yang paling parah,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, saat pertama membeli rumah, dirinya tidak mengetahui kawasan tersebut berada di bantaran sungai. Fakta itu baru disadarinya belakangan setelah melihat dua blok perumahan di sekitar lokasi tidak pernah dibangun.

“Kami awalnya tidak tahu kalau ini bantaran sungai. Sekarang baru sadar setelah dua blok tidak jadi dibangun. Tanggul sempat dibuat, tapi akhirnya jebol juga,” kata Fira.

Ia menambahkan, banjir serupa pernah terjadi pada 2021. Saat itu, warga hanya menerima bantuan terbatas dari pihak pengembang. Hingga banjir kembali terjadi kali ini, warga mengaku belum menerima bantuan dari pengembang perumahan.