Bagikan:

JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyalurkan bantuan senilai lebih dari Rp89 miliar untuk penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana terpenuhi secara cepat dan merata.

“Total bantuan Kemensos per 11 Desember kemarin sudah mencapai lebih dari Rp89 miliar,” kata Gus Ipul di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 15 Desember.

Ia menjelaskan, langkah awal yang dilakukan Kemensos adalah memastikan kesiapan dan ketersediaan stok logistik di seluruh wilayah terdampak, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten, kecamatan, dan desa. Kesiapan logistik tersebut menjadi fondasi utama dalam merespons kondisi darurat bencana.

Selain penyaluran logistik, Kemensos juga mengoperasikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi. Saat ini, sebanyak 39 dapur umum aktif di wilayah Sumatera dan Aceh dengan kapasitas produksi lebih dari 400.000 porsi makanan per hari, meskipun jumlah tersebut bersifat dinamis dan menyesuaikan kondisi lapangan.

“Pengoperasian dapur umum kami lakukan bersama BNPB, TNI, dan Polri agar pelayanan kepada para pengungsi berjalan efektif dan terkoordinasi,” ujarnya.

Kemensos juga telah menyalurkan bantuan beras reguler ke daerah-daerah terdampak bencana. Total beras yang dikirimkan mencapai lebih dari 100 ton, termasuk untuk wilayah Aceh dan beberapa daerah di Sumatera.

“Kami juga mengirimkan beras reguler ke Aceh dan wilayah Sumatera dengan total lebih dari 100 ton,” kata Gus Ipul.

Lebih lanjut, Gus Ipul menyampaikan bahwa bantuan logistik dan layanan pemenuhan kebutuhan dasar tersebut diharapkan dapat menopang proses pemulihan masyarakat pascabencana. Selain itu, Kemensos juga mengusulkan skema bantuan sosial tambahan kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Kami mengusulkan bantuan sosial adaptif dalam rangka pemulihan ekonomi korban bencana alam, dalam bentuk bantuan langsung tunai sementara (BLTS) kebencanaan,” ujarnya.

Skema BLTS kebencanaan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat terdampak memenuhi kebutuhan hidup selama masa transisi pemulihan ekonomi pascabencana.

“Ini adalah usulan kami kepada Pak Presiden agar masyarakat terdampak bisa segera bangkit,” pungkas Gus Ipul.