JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan modifikasi cuaca di enam titik wilayah Indonesia untuk mengantisipasi hujan ekstrem, mulai dari Provinsi Lampung hingga Nusa Tenggara Timur.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengungkapkan bahwa Indonesia akan memasuki masa puncak musim penghujan pada Januari-Februari mendatang. Menurutnya, curah hujan akan meningkat signifikan di sejumlah daerah seperti Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Faisal juga mengatakan, terdapat tiga siklon dan bibit siklon di sekitar wilayah Indonesia, yakni siklon Bakung, bibit siklon 93S, dan bibit siklon 95S. Ia menyebut, ketiga bibit siklon ini berpotensi menyebabkan hujan ekstrem sehingga BMKG perlu menyiapkan langkah antisipasi, salah satunya adalah modifikasi cuaca.
"Operasi modifikasi cuaca kita lakukan untuk mencegah awan-awan hujan mendekati daratan Indonesia. Jadi kalau dia mendekat, nanti awan hujan itu kita semai dengan bahan semai dari NaCl agar dia jatuh di tempat-tempat seperti di perairan, atau di laut, atau di tempat yang tidak berbahaya," ujar Faisal dalam keterangannya, Selasa, 16 Desember.
"Atau kalau sudah sampai di atas Jakarta, itu kita tebarkan kapur tohor atau CaO, supaya dia terpecah dan tidak terjadi hujan," imbuhnya.
Faisal menjelaskan, modifikasi cuaca mampu menurunkan curah hujan hingga 20–50 persen. Saat ini, kata dia, BMKG tengah melakukan modifikasi cuaca di enam titik, di antaranya yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung, dan Nusa Tenggara.
"Jadi ini membantu untuk mengendalikan atau memitigasi bencana-bencana meteorologi yang mungkin diakibatkan oleh cuaca ekstrem," jelasnya.
BACA JUGA:
"BNPB dan BMKG, di bawah koordinasi Kemenhub, juga membuat platform info cuaca untuk transportasi darat, laut, dan udara," sambung Faisal.
Faisal menambahkan, BMKG bersama dengan instansi-instansi terkait senantiasa melakukan pemantauan dan antisipasi demi keselamatan masyarakat. Ia pun meminta masyarakat waspada namun tetap tenang menghadapi potensi cuaca ekstrem.
"Kami sudah bekerja sama dengan BNPB, BPBD, serta Basarnas. Untuk masyarakat, tetap tenang selama kita dapat memantau kondisi dan selalu bersiap untuk curah hujan tinggi dan gelombang tinggi," pungkasnya.