Bagikan:

JAKARTA - Bulukumba, Sulawesi Selatan, bukan hanya destinasi pantai eksotis, tetapi juga tanah bersejarah yang menyimpan kisah panjang tentang budaya maritim dan diplomasi kerajaan.

Tapi, tahukah kamu sejarah dari kawasan indah satu ini? Mari simak informasi menarik berikut ini.

Bulukumba, Keindahan Berbalut Sejarah

Jika mendengar nama Bulukumba, banyak orang langsung teringat pada kapal phinisi yang mendunia. Namun, kabupaten di ujung selatan Sulawesi Selatan ini punya lebih dari sekadar pantai indah.

Dikutip dari portal informasi masyarakat dan travelling Bulukumba Rubrik.co.id, kawasan ini dikenal dengan istilah “Butta Panrita Lopi”, tanah para ahli pembuat perahu, yang sejak ratusan tahun lalu menjadi pusat keahlian maritim suku Bugis dan Makassar.

Sejarah Bulukumba erat kaitannya dengan kisah pelayaran Austronesia, mitologi Sawerigading dari Kerajaan Luwu, hingga perjanjian damai antara kerajaan besar Gowa dan Bone

Sejarah Bulukumba tidak bisa dilepaskan dari tradisi maritim Austronesia. Kapal phinisi diyakini lahir dari perpaduan teknologi lokal dan pengaruh luar, dengan akar yang bahkan mencapai ribuan tahun.

Kisah mitologi Sawerigading dari Kerajaan Luwu menambah warna: sang pangeran berlayar ke Tiongkok mencari cinta, namun kapalnya hancur dan pecah di tiga lokasi legendaris, Ara, Tana Beru, dan Lemo-Lemo. Dari sinilah lahir tradisi pembuatan kapal yang terus diwariskan hingga kini.

Bulukumba juga menjadi saksi sejarah politik Sulawesi Selatan. Tanahkongkong adalah bukti nyata bagaimana diplomasi antar kerajaan Bugis-Makassar berlangsung. Sementara Gunung Lompo Battang menjadi penanda batas wilayah yang disepakati dalam perjanjian damai.

“Bulukumba bukan hanya tempat berlibur, tetapi ruang belajar tentang sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi," Budayawan Bulukumba, Etta Adil.

Rekomendasi Wisata Bulukumba

Dari kisah pelaut legendaris hingga situs perdamaian antar kerajaan, Bulukumba menawarkan pengalaman wisata yang memadukan keindahan alam dengan nilai budaya dan sejarah. Inilah rekomendasi wisata sejarah Bulukumba yang patut kamu kunjungi.

Tanjung Bira

Pantai ini sudah lama menjadi ikon Bulukumba. Pasirnya putih halus, lautnya biru jernih, dan sejak abad ke-20 menjadi magnet wisatawan. Tanjung Bira juga menjadi titik penting perdagangan laut lokal.

Tana Beru dan Bonto Bahari

Inilah pusat pembuatan kapal phinisi yang diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada 2017. Proses pembuatan kapal masih dilakukan dengan ritual tradisional, termasuk doa dan sesajen sebelum kayu pertama dipasang. Wisatawan bisa menyaksikan langsung bagaimana kapal raksasa lahir dari tangan para tukang kayu lokal.

Pantai Apparalang

Tebing karang yang menjulang di Desa Ara ini bukan hanya indah, tetapi juga menyimpan cerita tentang pelaut Bugis-Makassar yang berlayar hingga ke mancanegara. Lokasi ini sering disebut sebagai “gerbang laut lepas” Bulukumba.

Gunung Lompo Battang

Gunung ini menjadi batas wilayah bersejarah antara Kerajaan Gowa dan Bone. Lerengnya dikenal sebagai “Bangkeng Buki” atau kaki bukit, yang menjadi titik penting dalam penetapan wilayah kekuasaan.

Tanahkongkong

Situs bersejarah tempat utusan Raja Gowa dan Raja Bone bertemu untuk berdamai. Tanahkongkong adalah simbol diplomasi dan perdamaian, bukti bahwa Bulukumba bukan hanya tentang laut, tetapi juga tentang politik dan persatuan.

Bulukumba adalah destinasi yang memadukan wisata alam tropis dengan sejarah maritim dan diplomasi kerajaan. Dari Tanjung Bira hingga Tanahkongkong, setiap lokasi menyimpan cerita yang memperkaya pengalaman wisatawan.

Jadi, jika berkunjung ke Sulawesi Selatan, jangan lewatkan kesempatan untuk menyelami jejak sejarah Bulukumba.