Bagikan:

JAKARTA - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau memasang dua kamera jebak (trap) untuk memantau Harimau Sumatera diduga telah menyerang seekor sapi warga hingga mati di Desa Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono mengatakan pemasangan kamera itu untuk mengidentifikasi individu harimau, memantau perilaku, serta pola pergerakannya di sekitar lokasi. Diketahui sapi milik warga ditemukan mati dengan luka parah yang diduga akibat serangan Harimau Sumatera pada Rabu 10 Desember.

“Pemasangan kamera trap merupakan langkah penting untuk menentukan mitigasi lanjutan yang tepat dan aman, baik bagi warga sekitar maupun bagi satwa dilindungi seperti Harimau Sumatera,” kata Supartono di Pekanbaru, Jumat, disitat Antara. 

Dia mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan dan mitigasi dengan turun langsung turun ke lokasi. Hasil pengecekan, tim mendapati bangkai sapi dalam kondisi mengenaskan dengan kondisi mengalami luka pada bagian tubuh belakang dan paha atas.

Hasil identifikasi lapangan juga menunjukkan adanya jejak kaki satwa yang diduga kuat milik Harimau Sumatera dengan ukuran sekitar 15 sentimeter. Sementara lokasi berada di areal penggunaan lain (APL) yang merupakan kawasan perkebunan sawit masyarakat.

“Kondisi ini, kerap menjadi titik interaksi manusia dan satwa liar akibat beririsan dengan wilayah jelajah harimau,” ujarnya.

Oleh karena itu, da mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada, serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi membahayakan diri. Pihaknya, lanjut dia akan menangani kasus ini secara profesional dengan prioritas keselamatan masyarakat tanpa mengabaikan perlindungan harimau.

Selain itu, pihaknya juga akan terus melakukan monitoring intensif dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat keamanan. Hal ini untuk memastikan situasi tetap terkendali dan langkah mitigasi berjalan efektif.

“Kerja sama dan informasi dari masyarakat sangat kami perlukan dalam upaya mitigasi konflik manusia dan satwa liar,” tandasnya.