Bagikan:

JAKARTA - Israel memulai proses pembongkaran makam mendiang pemimpin nasional Palestina Izzudin Al-Qassam, saat menteri sayap kanan negara itu bertekad untuk memindahkan makam tokoh yang namanya dijadikan nama sayap militer kelompok militan Hamas.

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir pada Hari Kamis berjanji memindahkan makam Al-Qassam yang terletak di Israel. Unggahan video di akun X miliknya menunjukkannya menemani sejumlah pasukan Israel saat mereka membongkar tenda doa di sebelah makam militan kelahiran Suriah tersebut.

"Makam teroris kelas kakap Izzuddin Al-Qassam di Nesher harus disingkirkan. Dan kemarin subuh, kami mengambil langkah pertama," tulis Ben Gvir di X, seperti melansir Al Arabiya dari AFP (12/12).

Sementara itu, harian sayap kanan Israel, Israel Hayom, melaporkan pasukan Israel juga menurunkan kamera pengawas di sekitar lokasi pemakaman dan menyingkirkan seorang petugas yang menjaga tempat tersebut.

Ketika ditanya oleh AFP tentang insiden tersebut, polisi Israel bersikeras bahwa mereka tidak terlibat merujuk pertanyaan kepada otoritas yang bertanggung jawab atas pemakaman.

Agustus lalu, Ben-Gvir sudah menyerukan pembongkaran makam Al-Qassam dalam pertemuan Komite Dalam Negeri dan Lingkungan Knesset (Parlemen Israel), dikutip dari The New Arab.

"Kita harus mengirimkan pesan yang sangat jelas: teroris kelas kakap, bahkan dalam kematian, tidak akan menjadi simbol di sini," kat Ben-Gvir ketika itu, seraya mengatakan bahwa polisi Israel akan mengatur penghancuran tersebut.

Sementara itu, Yitzhak Kroizer, anggota Knesset dari partai sayap kanan jauh Ben-Gvir, Jewish Power, mengatakan bahwa makam Qassam harus digunakan sebagai "alat tawar-menawar" dalam negosiasi dengan Hamas untuk mengembalikan tawanan Israel yang ditahan di Gaza, dan mengancam akan mengubur kembali Qassam di "pemakaman teroris".

Diketahui, Izzuddin Al-Qassam yang lahir di Jableh, Suriah pada tahun 1881 merupakan pendakwah Muslim yang sepanjang hidupnya menentang campur tangan kolonial Barat di negara-negara Arab, mendukung perlawanan terhadap invasi Italia ke Libya dan kemudian ikut serta dalam pertempuran melawan pasukan kolonial Prancis di Suriah.

Pada awal tahun 1920-an, ia pindah bersama keluarganya ke Palestina, di mana pemerintah Inggris telah berjanji untuk mendukung "rumah nasional" bagi orang Yahudi, bertentangan dengan keinginan rakyat Palestina.

Mulai tahun 1930-an, Al-Qassam mulai mengorganisir kelompok perlawanan terhadap otoritas kolonial Inggris dan pemukim Yahudi di Palestina.

Ia kemudian terbunuh setelah dikepung oleh pasukan Inggris, yang menyalahkan kelompoknya atas kematian seorang polisi Yahudi yang bekerja untuk pemerintah Inggris.

Al-Qassam sangat dihormati oleh warga Palestina karena perlawanannya terhadap pendudukan Inggris di Palestina, dengan Hamas menamai sayap militernya dengan namanya.

Makamnya terletak di dekat Haifa di Israel utara dan telah dirusak beberapa kali selama bertahun-tahun.