Bagikan:

LUBUK BASUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut mencapai 188 orang, sementara 72 orang masih dinyatakan hilang.

"Data ini merupakan kondisi pada Selasa,9 Desember sekitar pukul 20.00 WIB," ujar Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono di Lubuk Basung, Antara, Rabu, 10 Desember.

Ia merinci, korban meninggal tersebar di Kecamatan Malalak sebanyak 14 orang dengan tiga orang belum ditemukan, Kecamatan Tanjung Raya 10 orang meninggal dan dua orang hilang. Sementara di Kecamatan Palupuh dan Matur masing-masing satu orang meninggal.

Kecamatan Palembayan menjadi wilayah dengan dampak terparah, dengan 138 orang meninggal dan 66 orang belum ditemukan. Selain itu, di Kecamatan Lubuk Basung masih ada satu warga yang belum ditemukan.

"Sebanyak 23 korban meninggal dunia belum teridentifikasi oleh pihak kepolisian," katanya.

Pencarian para korban hilang akan kembali dilanjutkan pada Rabu (10/12) oleh tim gabungan dari BPBD Agam, TNI, Polri, Basarnas, PMI, serta para relawan. Pencarian dilakukan menggunakan alat berat karena banyak korban diduga tertimbun material banjir bandang berupa tanah dan pohon.

"Kami berharap korban bisa segera ditemukan dalam waktu dekat," ujar Rahmat.

BPBD juga mencatat 13 orang masih menjalani perawatan, sementara 4.117 warga terpaksa mengungsi dan 988 warga terdampak terisolasi.

Dampak kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum juga cukup luas, meliputi 493 rumah rusak ringan, 359 rumah rusak sedang, 600 rumah rusak berat, 11 tempat ibadah terdampak, 67 jembatan rusak, dan 49 titik jalan rusak.

Selain itu, terdapat 99 fasilitas pendidikan rusak, 125 unit irigasi rusak, 18 bendungan rusak, 6.025 ternak mati, serta 1.813,70 hektare lahan pertanian terdampak.

Total kerugian akibat serangkaian bencana berupa banjir bandang, banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung di Kabupaten Agam diperkirakan mencapai Rp682,35 miliar.