Bagikan:

AGAM - Tim SAR gabungan akan melanjutkan pencarian tujuh korban hilang bencana banjir bandang yang terjadi di Jorong (Dusun) Toboh, Nagari (desa) Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) pada Jumat (28/11).

"Data pembaharuan ada tujuh korban hilang yang masih kami cari," kata personel Basarnas Padang Rian Agus Putra di Kabupaten Agam, Kamis, 27 November dilansir ANTARA.

Rian menjelaskan berdasarkan pembaharuan data pada Kamis sore sekitar pukul 17.46 WIB, terdapat data ganda korban meninggal dunia yang sudah dievakuasi.

Pada awalnya tim SAR menerima laporan korban meninggal dunia berjumlah 10 orang, namun setelah dicek ulang hanya delapan orang.

"Awalnya kami laporkan 10 korban meninggal dunia, tetapi beberapa saat kemudian ada pembaharuan data karena ada data ganda sehingga jumlah yang meninggal dunia delapan orang," sebut dia.

Artinya, masih ada tujuh korban hilang yang hingga kini belum ditemukan dan pencarian akan dilanjutkan pada Jumat (28/11) pagi.

Penghentian pencarian pada Kamis sore juga dikarenakan cuaca yang kurang mendukung imbas hujan deras serta angin kencang.

"Untuk sementara pencarian kami hentikan karena intensitas hujan yang cukup tinggi di lokasi kejadian," kata dia.

Menurutnya, apabila pencarian korban terus dipaksakan maka sangat berisiko terhadap tim SAR gabungan. Apalagi, di sekitar lokasi kejadian terdapat perbukitan dan medan yang cukup terjal.

"Jadi, operasi kami hentikan sementara karena kita takut adanya longsor susulan dan membahayakan bagi tim yang berhubungan," jelas dia.