Bagikan:

JAKARTA - Pesawat Angkatan Udara Nigeria mendarat darurat di Burkina Faso Senin malam karena keadaan darurat di dalam pesawat, menurut aliansi regional yang menyebutnya sebagai pelanggaran wilayah udara Burkina Faso.

Aliansi Negara-negara Sahel, yang mencakup Burkina Faso dan negara-negara tetangganya, Mali dan Niger, menempatkan pertahanan udara dan anti-udara mereka dalam siaga maksimum dengan wewenang "untuk menetralisir pesawat apa pun yang melanggar wilayah udara konfederasi," menurut pernyataan Jenderal Assimi Goita, pemimpin junta militer Mali.

Dilansir ABC News, Selasa, 9 Desember, Angkatan Udara Nigeria mengonfirmasi pesawatnya yang menuju Portugal melakukan pendaratan darurat di kota Bobo-Dioulasso, yang memiliki lapangan terbang terdekat.

Alasan kedaruratan belum diungkapkan.

Ehimen Ejodame, juru bicara angkatan udara Nigeria, mengatakan pendaratan tersebut dilakukan sesuai dengan standar keselamatan dan prosedur internasional.

"Awak NAF selamat dan telah menerima perawatan yang ramah dari otoritas tuan rumah," ujar Ejodame dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan aliansi Sahel menyebutkan terdapat dua awak dan sembilan penumpang di dalam pesawat tersebut.

Insiden ini menyusul keretakan hubungan antara aliansi tersebut dan Nigeria, yang terlibat dalam upaya intervensi yang membantu membalikkan kudeta singkat pada Minggu di Benin, tempat Angkatan Udara Nigeria melancarkan serangan udara yang menargetkan para pelaku kudeta.

Burkina Faso terletak di perbatasan barat laut Benin, sementara Nigeria terletak di perbatasan timur Benin.

Nigeria adalah salah satu dari 15 anggota blok regional Afrika Barat, Komunitas Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat. Burkina Faso, Mali, dan Niger membentuk aliansi Sahel setelah menarik diri dari ECOWAS, yang dituduh aliansi tersebut memberikan sanksi yang tidak manusiawi, terkait kudeta, dan merugikan kepentingan warga negara di negara-negara aliansi.