Bagikan:

JAKARTA - Perjanjian pertahanan untuk menyediakan kapal selam bertenaga nuklir bagi Australia sedang berjalan di bawah Pemerintahan Presiden Donald Trump, kata Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio pada Hari Senin, menepis spekulasi bahwa kesepakatan yang ditandatangani di bawah mantan presiden Joe Biden akan dibatalkan.

AUKUS, kemitraan keamanan antara Australia, Inggris dan AS yang disepakati 15 September 2021 berada di bawah pengawasan ketat setelah Presiden AS Donald Trump menjabat pada Bulan Januari. Persetujuannya menandai dukungan langka terhadap kebijakan era Biden.

"Atas arahan Presiden, AUKUS berjalan lancar," kata Menlu Rubio dalam pertemuan 2+2 AS - Australia bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth timpalan mereka Menteri Luar Negeri Penny Wong dan Menteri Pertahanan Richard Marles, dilansir dari The National (9/12).

Kesepakatan AUKUS akan membuat Australia menerima armada kapal selam dari AS, memungkinkan kerja sama dalam mengembangkan berbagai teknologi peperangan.

Kapal selam tersebut, yang penjualannya akan dimulai pada tahun 2032, merupakan inti dari strategi Australia untuk meningkatkan kemampuan serangan jarak jauhnya di Pasifik, terutama terhadap Tiongkok.

Kesepakatan ini dapat menelan biaya Canberra hingga 235 miliar dolar AS selama 30 tahun ke depan, dan juga mencakup teknologi untuk membangun kapalnya sendiri di masa mendatang.

Pertemuan pada Hari Senin menandai 40 tahun konsultasi antara Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Australia-Amerika Serikat, dikutip dari Anadolu.

Menlu Rubio memuji apa yang disebutnya "aliansi yang sangat kuat" antara Washington dan Canberra, dengan mengatakan Australia "adalah satu-satunya sekutu kami yang telah berjuang bersama kami dalam setiap perang" selama 50 tahun terakhir.

"Ini adalah kemitraan yang sangat kuat. Ini adalah aliansi yang kuat, dan yang ingin kami lakukan adalah terus membangunnya. Kami pikir kami memiliki banyak momentum di balik aliansi ini," ujarnya.

"Kami benar-benar tidak memiliki teman yang lebih baik," tandasnya.