Bagikan:

JAKARTA - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Hari Senin mengungkapkan keprihatinannya atas bentrokan bersenjata yang kembali terjadi antara Kamboja dan Thailand, mendesak kedua pihak menghindari eskalasi lebih lanjut seiring meningkatnya ketegangan di sepanjang perbatasan.

"Sekretaris Jenderal prihatin dengan laporan bentrokan bersenjata yang kembali terjadi antara Kamboja dan Thailand, khususnya serangan udara dan mobilisasi alat berat di wilayah perbatasan. Beliau mendesak kedua pihak untuk menahan diri dan menghindari eskalasi lebih lanjut," demikian pernyataan juru bicara Guterres, Stephane Dujarric, dilansir dari Anadolu (9/12).

Perselisihan perbatasan telah mengakibatkan "korban sipil yang signifikan, kerusakan infrastruktur sipil, dan pengungsian di kedua sisi perbatasan," demikian pernyataan tersebut.

Lebih jauh, Sekjen Guterres "menekankan kedua pihak harus melindungi warga sipil dan memfasilitasi bantuan kemanusiaan" karena situasi terancam memburuk.

Mengulangi seruannya untuk de-eskalasi, Sekjen Guterres mendesak Kamboja dan Thailand untuk kembali ke kerangka Deklarasi Bersama yang ditandatangani di Kuala Lumpur pada 26 Oktober.

Ia menyerukan kedua belah pihak untuk "berkomitmen kembali pada gencatan senjata, dan menerapkan langkah-langkah de-eskalasi serta membangun kepercayaan," menekankan perlunya menggunakan mekanisme dialog yang ada untuk mencapai resolusi damai.

"Perserikatan Bangsa-Bangsa siap mendukung semua upaya yang bertujuan untuk mendorong perdamaian, stabilitas, dan pembangunan di kawasan ini," tambahnya.

Diketahui, ketegangan antara kedua negara tetangga meningkat bulan lalu menyusul penangguhan pakta perdamaian antara kedua belah pihak oleh Thailand setelah empat tentara Thailand terluka dalam ledakan ranjau darat di provinsi perbatasan Si Sa Ket.

Sebelumnya, kedua negara telah menandatangani perjanjian damai di hadapan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Kuala Lumpur pada Bulan Oktober.

Pada awal Juli, mereka menyepakati gencatan senjata tanpa syarat pada pertemuan trilateral yang diselenggarakan oleh Anwar setelah berminggu-minggu permusuhan.