Bagikan:

JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta mengungkap tanggul pengaman pantai di Jakarta kini mengalami kebocoran di 6 wilayah. Tanggul mitigasi tersebut berada di Muara Angke, Muara Baru, Sunda Kelapa, Green Bay Pluit, RE Martadinata, Ancol, dan Marunda Pulo.

Tanggul-tanggul tersebut mulai dibangun sejak tahun 2014, sebagai langkah awal penanggulangan banjir rob atau pesisir di Jakarta, selagi menunggu proses pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall.

Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum menjelaskan, meski tanggul tersebut telah terbangun dan menahan air laut masuk ke daratan, ia mengaku aspek perawatan masih kurang optimal.

"Saat ini, dengan adanya bocoran-bocoran tersebut, apakah pertanyaannya strukturnya tidak berfungsi? Strukturnya berfungsi. Cukup secara struktur. Tetapi kalau pertanyaannya perlu maintenance, iya," kata Ika di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin, 8 Desember.

Beberapa waktu belakang, tanggul pengaman di Muara Baru bocor dan menjadi sorotan warganet di media sosial. Tanggul Nizam Zachman tersebut kini berada di bawah pengelolaan dan tanggung jawab PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

Sejak awal kebocoran pada Kamis, 4 Desember lalu, petugas Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta melakukan penanggulangan sementara yakni dengan menyumpal celah tanggul yang bocor dengan karung pasir.

Saat ini, perbaikan lanjutan mulai berjalan dengan melakukan proses grouting atau pengisian celah atau retakan struktur beton dengan campuran bahan khusus.

"Saat ini kami sedang maintenance di segmen hilir dulu sepanjang 400 meter. Kenapa di Nizam Zachman dulu? Karena ini yang langsung dengan laut yang lebih terhantam ombak. Menggunakan metode groating, short grid," urai Ika.

"Ini kita gali dulu sepanjang 3 meter dengan menggunakan beton K500, dicor, disuntik dari dalam. Jadi istilahnya ditambal. Bukan nyeplok pakai semen, tetapi groating menggunakan K500. Nah, ini proses-proses yang sedang di-groating," lanjutnya.