JAKARTA - Kantor Kepresidenan Korea Selatan meluncurkan jam tangan peringatan kepresidenan pada Hari Jumat, memperingati enam bulan pelantikan Presiden Lee Jae Myung.
Juru bicara kepresidenan Kang Yu-jung menjelaskan, motif Taegeuk "meningkatkan kelengkapan estetika desain sekaligus mewujudkan kesinambungan identitas konstitusional Korea dan harapan untuk persatuan nasional."
"Kantor kepresidenan berharap peluncuran jam tangan ini dapat mengingatkan kita akan filosofi pemerintahan presiden, bahwa satu jam waktu presiden atau pejabat publik setara dengan 52 juta jam waktu rakyat Korea," ujar Kang dalam jumpa pers hari Jumat, menekankan tekad pemerintah untuk bekerja lebih keras dalam meningkatkan kehidupan sehari-hari warga negara, melansir The Korea Times (6/12).
Layaknya jam tangan kepresidenan pada umumnya, bagian depan menampilkan stempel kepresidenan di samping tanda tangan Presiden Lee, sementara permukaan jam dihiasi motif Taegeuk tradisional.
Sementara, di bagian belakang jam terdapat tulisan tangan presiden sendiri yang terukir frasa "Sebuah negara di mana rakyat adalah penguasa".
Kang menjelaskan, tulisan di bagian belakang mencerminkan komitmen Presiden Lee untuk berkomunikasi dengan publik kapan pun dan di mana pun, serta menjunjung tinggi kedaulatan rakyat.
BACA JUGA:
Tradisi jam tangan kepresidenan berawal dari masa pemerintahan mantan Presiden Park Chung-hee. Sejak saat itu, sudah menjadi kebiasaan bagi setiap presiden untuk memesan desain unik sebagai kenang-kenangan, dengan nama presiden terukir di bagian belakang jam tangan.