Bagikan:

JAKARTA - Kepolisian Korea Selatan meningkatkan pengamanan di sekitar Cheong Wa Dae atau Blue House, seiring rencana pengembalian fungsinya sebagai Kantor Kepresidenan pada akhir tahun.

Media lokal pada Hari Minggu melaporkan, Kantor Polisi Jongno sedang meninjau rencana untuk memulihkan operasi 24 jam di pos polisi terdekat sebagai persiapan relokasi.

Saat ini, pos polisi itu beroperasi dengan jumlah staf yang dikurangi dan hanya buka dari pukul 09.00 hingga 18.00 pada hari kerja. Itu diperkirakan akan kembali beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dengan empat tim bergilir yang masing-masing terdiri dari lima petugas untuk memperkuat keamanan.

Sementara itu, unit-unit Kepolisian Metropolitan Seoul yang bertanggung jawab atas keamanan di lokasi dan perimeter di sekitar Cheong Wa Dae juga dilaporkan sedang menyelesaikan pekerjaan persiapan.

Langkah-langkah ini diambil seiring persiapan yang dilakukan Pemerintahan Presiden Lee Jae Myung untuk pindah dari kantor kepresidenan saat ini di Distrik Yongsan, Seoul, ke Cheong Wa Dae dalam dua bulan ke depan.

"Konstruksi sedang berlangsung dengan target selesai pada akhir tahun," ujar Kang Hoon-sik, kepala staf kepresidenan, saat berbicara tentang relokasi tersebut dalam sesi audit Majelis Nasional pekan lalu, melansir The Korea Times 10 November.

Namun, pemindahan kediaman presiden kembali ke kompleks tersebut mungkin tidak memungkinkan saat itu dan dapat diperpanjang hingga paruh pertama tahun depan, kata Kang, dengan alasan konstruksi yang sedang berlangsung dan persiapan keamanan lebih lanjut.

Diketahui, Presiden Lee mengatakan kantor kepresidenan harus kembali ke Cheong Wa Dae sejak kampanye kepresidenannya, dengan alasan sejarah, signifikansi budaya, dan keuntungan keamanannya.

Di bawah pendahulu Lee, mantan Presiden Yoon Suk Yeol, kantor tersebut dipindahkan ke bekas gedung kementerian pertahanan di Distrik Yongsan pada tahun 2022, sementara Cheong Wa Dae dibuka untuk umum sebagai situs budaya.

Seiring dengan rencana pengembalian fungsi tersebut, tur publik ditangguhkan mulai 1 Agustus karena persiapan telah dimulai.

Pemberlakuan kembali zona keamanan Cheong Wa Dae diperkirakan akan memengaruhi jalan-jalan di sekitarnya dan dapat mempersulit manajemen protes, karena saat ini tidak ada undang-undang yang berlaku untuk secara langsung membatasi demonstrasi di dekat kompleks kepresidenan.

Protes dalam radius 100 meter dari kediaman presiden telah lama dilarang, tetapi Mahkamah Konstitusi membatalkan pembatasan tersebut pada Desember 2022, dengan putusan yang menyatakan pembatasan tersebut terlalu membatasi kebebasan berekspresi.

Polisi mengatakan mereka sedang mempersiapkan langkah-langkah alternatif berdasarkan undang-undang yang berlaku untuk menjaga keamanan.