Bagikan:

JAKARTA - Indonesia siap mendukung pembangunan Islamic Center di Kroasia, kata Menteri Luar Negeri RI Sugiono, menyebutnya itu sebagai bentuk toleransi dalam keberagaman.

Berbicara dalam keterangan pers bersama Menteri Luar Negeri Kroasia Gordan Grlic Radman, Menlu Sugiono menilai rencana pembangunan tersebut mencerminkan hubungan Muslim di Indonesia dengan Kroasia yang semakin erat. Rencana pembangunan Islamic Center ini juga disinggung Menlu Radman.

Diketahui, Kroasia berencana tengah melakukan pembangunan Islamic Center Istiqlal Osijek (ICO), termasuk masjid, di Osijek, Slavonia. Kota ini menjadi salah satu pusat ekonomi dan pusat kebudayaan di negara tersebut.

"Kita ikut berpartisipasi," kata Menlu Sugiono, Senin 10 November.

"Detailnya persisnya saya belum lihat, tapi sepertinya kayak komplek. Mereka berharap itu bisa diteruskan karena bentuk satu contoh toleransi dalam keberagaman," lanjut Menlu RI

"Saya belum tahu, mungkin," jawab Menlu RI saat ditanya apakan itu akan seperti di Bosnia.

Sebelumnya, Masjid Istiqlal di Sarajevo, Bosnia Herzegovina yang menjadi simbol solidaritas sekaligus penegasan keberadaan Indonesia di Kawasan Balkan diresmikan pada tahun 2002.

Juli lalu, Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta berkunjung ke lokasi pembangunan ICO. Kementerian Luar Negeri RI dalam keterangannya mengatakan, pembangunan ICO ini merupakan wujud nyata komitmen Indonesia dalam menyebarkan nilai Islam yang moderat, damai, dan inklusif, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai referensi utama komunitas Muslim di Kroasia dan kawasan Balkan.

Berada di lokasi yang strategis, ICO menjadi pusat berkumpulnya sekitar 10.000 Muslim dari Kroasia dan negara tetangga seperti Hungaria, Serbia dan Bosnia-Herzegovina.

Pembangunan ICO merupakan bagian dari upaya penguatan hubungan Indonesia dengan dunia Islam yang mendapat perhatian khusus dari Presiden RI.