Bagikan:

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan pada hari Rabu mengatakan serangan "sangat mengerikan" yang terjadi beberapa hari terakhir terhadap kapal tanker terkait Rusia di Laut Hitam mengancam keselamatan semua orang di kawasan tersebut, menunjukkan bahwa jangkauan perang di Ukraina semakin meluas.

Menlu Fidan mengatakan, serangan di zona ekonomi eksklusif Turki melanggar keselamatan navigasi dan berdampak pada perdagangan, seraya menambahkan Turki, Rumania dan Bulgaria, yang juga berbatasan dengan Laut Hitam, sedang mempertimbangkan langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan, melansir Al Arabiya dari Reuters (4/12)

Menlu Fidan juga membahas serangan tersebut, beberapa di antaranya diklaim oleh Ukraina, dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Brussels, serta dengan rekan-rekannya dari Bulgaria dan Rumania, menurut sumber Kementerian Luar Negeri Turki.

Serangan tersebut telah meningkatkan tarif asuransi pengiriman Laut Hitam dan mendorong salah satu perusahaan Turki, Besiktas Shipping, untuk menghentikan operasi yang terkait dengan Rusia karena masalah keamanan.

Ukraina, yang menargetkan ekspor minyak Rusia sementara Moskow membombardir jaringan listriknya, mengaku bertanggung jawab atas serangan drone laut terhadap dua kapal tanker kosong yang menuju pelabuhan Rusia pekan lalu.

Namun, Kyiv membantah adanya hubungan dengan insiden lain pada Hari Selasa, di mana sebuah kapal tanker berbendera Rusia yang memuat minyak bunga matahari mengatakan telah diserang drone di lepas pantai Turki.

Di luar Laut Hitam, sebuah kapal tanker Besiktas Shipping yang juga berbisnis dengan Rusia rusak di dekat Senegal akibat benturan eksternal. Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab.

Menlu Fidan dan Sekjen Rutte membahas keamanan Laut Hitam dan negosiasi untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir empat tahun, kata sumber tersebut, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Ia menambahkan, Menlu Fidan dan rekan-rekannya dari Bulgaria dan Rumania menekankan pentingnya arus perdagangan bebas di Laut Hitam, mengamankan infrastruktur penting, dan memastikan rute laut yang aman, sembari menyerukan kepatuhan terhadap hukum internasional.

Turki menyebut serangan terhadap pengiriman tidak dapat diterima dan memperingatkan "semua pihak" untuk menghentikannya.

Seorang pejabat Turki mengatakan hal ini secara khusus mencakup otoritas Ukraina.

Terpisah, Presiden Rusia Vladimir Putin menanggapi dengan mengancam akan memutus akses Ukraina ke laut, mengatakan Moskow akan mengintensifkan serangan terhadap fasilitas dan kapal Ukraina serta bergerak melawan kapal tanker milik negara-negara yang membantu Ukraina.