Bagikan:

JAKARTA - Fadwa, istri pemimpin kelompok Fatah, Palestina, Marwan Barghouti (66) kembali mengungkapkan harapan pembebasan suaminya dari penjara Israel kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Saya sangat berharap Presiden Trump akan mendesak pembebasan Marwan, karena ia mewakili masa depan yang damai dan stabil," ujar Fadwa Barghouti kepada The Times of Israel, seperti dikutip 21 November.

"Dukungannya terhadap ‘pertahanan diri Palestina melawan pendudukan Israel’ tidak bertentangan dengan keinginan utamanya untuk hidup berdampingan," lanjutnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, terlepas dari semua yang telah dilalui Marwan , komitmen suaminya terhadap Solusi Dua Negara berdasarkan perbatasan pra-1967 "tidak pernah goyah."

Fadwa juga mengatakan, suaminya "memandang solusi dua negara sebagai cara untuk maju dan hidup damai."

"Dia masih membayangkan perdamaian di tanah ini dan kehidupan yang lebih baik bagi semua orang di sana," ungkapnya.

Sementara itu, saat The Times of Isael bertanya kepada juru bicara resmi pemerintah Israel tentang kemungkinan pembebasan Barghouti, hanya dijawab ia adalah "seorang terpidana pembunuh dan teroris."

Diketahui, Marwan Barghouthi yang lahir pada tahun 1959, adalah anggota Komite Sentral Palestinian National Liberation Movement Fatah.

Dikutip dari WAFA, ia ditahan oleh otoritas pendudukan Israel selama Intifada Kedua pada tahun 2002 dan kemudian dijatuhi hukuman lima hukuman penjara seumur hidup.

Pada tahun 2004, pengadilan Israel menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Marwan Barghouti sebanyak lima kali ditambah 40 tahun penjara tambahan atas tuduhan membantu merencanakan serangan selama Intifada kedua.

Namanya tidak muncul dalam daftar sekitar 2.000 tahanan Palestina yang dibebaskan bulan lalu dengan imbalan 20 sandera Israel sebagai bagian dari gencatan senjata Gaza dan perjanjian pertukaran tahanan.

Barghouti sebelumnya merupakan salah satu peserta terkemuka dalam proses perdamaian Oslo dan tetap menjadi tokoh pemersatu bagi banyak warga Palestina.