JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan penataan kawasan transit oriented development (TOD) Dukuh Atas, Jakarta Pusat akan dimulai pada Januari 2026.
Rencana ini bersamaan dengan optimalisasi ruang di bawahnya, termasuk area Sungai Ciliwung di kawasan Dukuh Atas yang akan dihadirkan sebagai ruang publik baru tempat warga dapat beraktivitas maupun bersantai.
Pramono menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Kick Off Gerakan Bersih dan Sehat bersama Sungai di Jalan Inspeksi Ciliwung, Pancoran, Jakarta Selatan, bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI Dodi Hanggodo.
"Dalam waktu awal Januari kami akan memulai melakukan pembangunan untuk TOD di Dukuh Atas sekaligus Sungai Ciliwung yang di bawahnya akan kami optimalkan, kita manfaatkan, merupakan tempat mudah-mudahan hub baru bagi warga Jakarta untuk beraktivitas ataupun mereka bersantai di Sungai Ciliwung," kata Pramono, Jumat, 21 November.
Menurutnya, kondisi sungai kini menjadi salah satu indikator utama yang dilihat dunia dalam menilai kualitas sebuah kota. Ia menyebut peningkatan peringkat Jakarta di Indeks Kota Global sebagai bukti bahwa perbaikan mulai terlihat.
"Sungai sekarang menjadi indikator penilaian dunia untuk menilai sebagai kota global apakah penanganan sungainya baik atau tidak. Maka, apa yang kami lakukan di Jakarta sekarang ini, sungai betul-betul akan kami lakukan normalisasi maupun perbaikan," ujarnya.
"Hal itu tercermin bahwa sekarang ini Jakarta baru dalam tahun ini kita bisa kemudian naik rankingnya dari 74 ke 71 oleh Indeks Kota Global," tambahnya.
Lebih lanjut, Pramono mengungkap rencana kelanjutan normalisasi Sungai Ciliwung dengan pembangunan tanggulnya yang dimulai pada tahun depan. Proses pembebasan lahan sudah berjalan dan ditargetkan konstruksi dapat dimulai pada awal tahun depan.
"Pembebasan lahan sudah dimulai dan mudah-mudahan awal tahun depan bisa bersama-sama. Pembebasan lahan dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta, untuk pembuatan tanggulnya nanti oleh Kementerian PU," ujar Pramono.
Adapun dua kelurahan yang diprioritaskan untuk pembebasan lahan normalisasi Ciliwung adalah Cililitan dan Pengadegan. Pemprov DKI telah menyiapkan anggaran pembebasan lahan 37 bidang sebesar Rp111 miliar di Cililitan untuk dan 54 bidang di Pengadegan sebesar Rp121 miliar.
BACA JUGA:
Selain Ciliwung, Pramono menyampaikan bahwa normalisasi pada sejumlah sungai lain juga segera dilakukan, termasuk Kali Krukut sepanjang 1,3 kilometer yang kerap menyebabkan banjir di kawasan Kemang.
"Kenapa ini kami lakukan? Kami tahu kalau tidak dilakukan, maka daerah Kemang, Kemang Village, Kem Chicks, dan sebagainya pasti akan banjir terus-menerus dan banjirnya sudah sangat mengganggu," imbuhnya.