Bagikan:

JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon membuka Pameran Seni Rupa “Satu Tanah, Seribu Ketangguhan” di Bentara Budaya Jakarta, Kamis 20 November. Pameran hasil kolaborasi Bentara Budaya dan ASTRA itu menampilkan 27 perupa dengan tema ketangguhan Indonesia sebagai bangsa yang terus bangkit menghadapi berbagai krisis hingga memasuki usia 80 tahun.

Dalam sambutannya, Fadli menegaskan pentingnya mendorong karya perupa Indonesia agar tampil lebih kuat di panggung nasional dan internasional.

“Memajukan kebudayaan nasional adalah tanggung jawab bersama. Karya-karya perupa harus semakin dikenal dan diapresiasi dunia,” kata Fadli dalam keteranganya, Jumat 21 November.

Kurator M. Hilmi Faiq menyebut karya-karya yang dipamerkan menghadirkan optimisme dan ketahanan, sejalan dengan tema besar pameran.

“Para pegiat budaya adalah insan yang tangguh seperti tanah. Kita bangkit ketika rusak dan memulihkan diri saat hancur,” kata Hilmi.

Dukungan juga datang dari PT Astra International. Head of Communications Management System and Partnership, Elmeirillia Lonna, yang menegaskan komitmen Astra dalam mendukung ekosistem seni Indonesia. “Pameran ini bagian dari komitmen jangka panjang kami,” tuturnya.

Acara pembukaan pameran dihadiri oleh Direktur Corporate Communication Kompas Gramedia, Glory Oyong; Head of Communications Management System and Partnership PT ASTRA International, Elmeirillia Lonna; Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Haryo Damardono; Staf to CEO Kompas Gramedia, Ninuk Mardiana Pambudy; General Manager Bentara Budaya and Communication Management, Ilham Khoiri; dan para kurator Bentara Budaya.

Pameran ini menampilkan karya para perupa seperti Anjastama, Aprililia, Jitet Konstanz, Stereoflow, Vendy Methodos, hingga Walid Basalamah. Hadir pula sejumlah tokoh dari Kompas Gramedia dan Bentara Budaya.

Menutup pembukaan, Fadli menyampaikan harapan agar pameran ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor. “Seni rupa kita akan maju kalau semua pihak terlibat, termasuk swasta yang peduli pada pemajuan kebudayaan Indonesia,”tegasnya.