Bagikan:

JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan perlunya pembentukan ekosistem qasidah nasional saat menerima audiensi Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) Nusantara Jaya di Gedung Kementerian Kebudayaan, Selasa,18 November. Pertemuan membahas penyelenggaraan Lasqi Nusantara Fest 2025 di Bogor dan rencana pengusulan qasidah sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia.

Ketua Umum DPP LASQI Jazilul Fawaid menilai qasidah mengalami pergeseran posisi di masyarakat. Padahal, selama puluhan tahun qasidah mewarnai kegiatan sosial dan keagamaan. Ia meminta dukungan pemerintah agar qasidah dicatat sebagai WBTB sekaligus diperkuat pembinaannya.

LASQI akan menggelar Lasqi Nusantara Fest 2025 pada awal Desember di Lapangan Tegar Beriman Bogor, menghadirkan sekitar 10.000 penyanyi dan grup qasidah. Festival ini meliputi lomba qasidah rebana klasik, vokalis gambus, pop religi, hingga qasidah kontemporer. Panitia juga menyiapkan pemecahan rekor MURI, Lasqi Nusantara Expo, serta Rapimnas yang menjadi forum resmi pengusulan qasidah sebagai WBTB Indonesia.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyambut inisiatif tersebut. Ia menyebut qasidah sebagai seni tradisi yang memiliki sejarah panjang namun belum tercatat dalam 2.231 WBTB Indonesia. “Qasidah sangat pantas diangkat sebagai WBTB. Perlu penelitian, workshop, dan pembinaan agar tetap hidup dan relevan,” ujarnya.

Fadli juga menekankan pentingnya inovasi kreatif, termasuk aransemen modern, untuk membawa qasidah lebih dekat ke generasi muda. Ia membuka ruang kolaborasi melalui berbagai program seperti Dana Indonesiana, Belajar Bersama Maestro, Gerakan Seniman Masuk Sekolah, hingga laboratorium kreatif untuk pelaku qasidah. “Kita perlu bentuk ekosistemnya melalui riset, lokakarya, pelatihan, dan ruang kreasi,” katanya.

Audiensi juga dihadiri jajaran pejabat Kementerian Kebudayaan dan perwakilan LASQI dari berbagai daerah. Pemerintah menegaskan komitmen memperkuat qasidah sebagai bagian penting dari kekayaan budaya Nusantara sekaligus mendorong lahirnya ekosistem yang berkelanjutan dan inklusif.