JAKARTA — Festival Pencak Silat Tradisi Se-Jabodetabek dan Banten resmi ditutup Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Museum Satria Mandala, Minggu, 16 November 2025. Ratusan pesilat dari 48 perguruan tampil sejak 15 November dalam ajang yang memperebutkan Piala Menteri Kebudayaan.
Dalam penutupan, Fadli menegaskan komitmennya memperbesar skala festival tahun depan. Ia menyebut komunitas dapat mengakses Dana Indonesiana untuk mendukung penyelenggaraan yang lebih besar dan melibatkan sponsor serta CSR.
“Kita bisa membuat festival yang lebih besar dan lebih meriah bila direncanakan sejak awal tahun. Tradisi harus dijaga, tapi inovasi baru tetap penting selama berakar pada pakem,” kata Fadli dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin 17 November.
Festival yang diprakarsai Pesilat Tradisi Indonesia Raya (PETIRA) itu menampilkan berbagai aliran silat tradisi dari Jabodetabek dan Banten. Ajang ini menjadi ruang pertemuan komunitas, sekaligus memperkuat pamor Pencak Silat yang telah tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.
Ketua Panitia, Refli Cahyadi, menyebut penggiat silat tradisi merasa mendapat perhatian lebih melalui festival ini. “Kami bangga karena silat tradisi bisa tampil dan disiarkan lebih luas,” ujarnya.
BACA JUGA:
Penutupan festival juga dihadiri Direktur Warisan Budaya I Made Dharma Suteja; Wakapusjarah TNI Kolonel Sus Geraldus Maliti; Ketua KPSTI Mahfu Abdulrahman; Kepala Museum Satria Mandala Letkol Adm Saparudin Barus; serta pembina festival Syarif Hidayatullah.
Festival ini menjadi insprirasi generasi muda dan memperlihatkan besarnya minat masyarakat terhadap silat tradisi. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini menghidupkan kembali nilai-nilai wiraga, wirasa, dan wirama, sekaligus memperkuat jaringan komunitas budaya di wilayah Jabodetabek dan Banten.